Game Based Learning berhasil meningkatkan nilai akademis!

 

Belajar sambil bermain memang banyak sekali manfaat di luar dunia akademisi, seperti ketangkasan sosial, berpikir kritis, kemampuan untuk beradaptasi, dan seterusnya.

Namun ternyata game based learning juga bisa cocok untuk mengajar di kelas untuk meningkatkan nilai ujian!

 

National Central University, Taiwan mengadakan penelitian yang membuktikan ini. Untuk ini mereka menggunakan game kartu Conveyance Go, yang di design untuk memberi pengetahuan mengenai energi dan transportasi untuk pelajaran sains. Untuk ilmu sains di game ini mereka menggunakan buku “Means of Transport and Energy” sebuah buku sains untuk kelas 4 SD yang telah distandarisasi oleh Dinas Pendidikan Taiwan.

 

“Ilmu” yang diharapkan akan dipelajari dari game based learning di bagi menjadi 4 level.

 

  • Factual Knowledge
  • Conceptual Knowledge
  • Procedural Knowledge
  • Metacognitive Knowledge

 

 

Sementara proses kognitif dibagi menjadi level-level berikut

Mengingat
factual knowledge, jenis-jenis transportasi dan tipe-tipe energy
conceptual knowledge seperti seberapa banyak sebuah transport menggunakan energy.

 
Mengerti
conceptual knowledge memahami bahwa tipe energy-energy di perbarui tidak menghasilkan polusi, semetara energy tidak di perbarui menghasilkan polusi.
Metacognitive knowledge Game ini membahas masalah-masalah lingkungan seperti polusi yang mengakibatkan pemanasan global, dan ketergantungan pada bahan bakar fosil akan mengakibatkan krisis jika bahan bakar itu habis.


Apply
Procedural knowledge Saat murid-murid mengerti peraturan bermain mereka akan sanggup mengikuti prosedur main, mereka juga akan merancang strategi-strategi untuk menang.

     
Evaluate
Metacognitive knowledge Murid-murid bisa belajar dengan sendirinya tentang pro dan kontran dari setiap mode transportasi.

 

Mereka mengumpulkan sekelompok Murid SD dan mereka pre-test yang mengukur ilmu mereka mengenai transportasi dan energy. Standar test yang mereka gunakan juga merupakan standard ujian sains yang di tetapkan oleh Dinas Pendidikan Taiwan.

 

Dengan nilai total 100 pada pre-test hasil nilai rata-rata murid adalah 83.33. Lalu proses game-based learning mereka terapkan dengan permainan kartu ini dan mereka adakan post-test.

Hasil nilai rata-rata post test sebesar 92.12! Nah sekarang kita lihat dengan jelas game-based learning bisa meningkatkan nilai sebanyak 10 point.

 

Penelitian-penelitian yang meliputi game-based learning sangat lah banyak. Di tahun 2012 Amerika menghasilkan 30 penelitian, Taiwan sebanyak 22 dan 20 di Inggris.

Tentunya masih banyak lagi yang bisa kita pelajari mengenai dampak game-based learning di dunia pendidikan!

 

Refrensi

Zhi Feng Liu, Eric & Chen, Po-Kuang. (2013). The Effect of Game-Based Learning on Students’ Learning Performance in Science Learning – A Case of “Conveyance Go”. Procedia – Social and Behavioral Sciences. 103. 1044-1051. 10.1016/j.sbspro.2013.10.430.