Mendesain Game Berkualitas Dengan AI

Mendesain Game Berkualitas Dengan AI

Photo By: Pixabay

Mendesain game berbasis quiz memang sangat mudah, lebih mudah lagi, memodifikasi game yang ada dengan menambahkan soal-soal untuk dijawab, tapi apakah game-game ini sepenuhnya memberi manfaat game-based learning?

Sayangnya tidak sepenuhnya, jika kita lihat manfaat-manfaat game-based learning, ada beberapa keunggulannya yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa-siswi, namun tidak bisa didapatkan dari game-game quiz.

Seperti melatih keterampilan abad 21, meningkatkan ketertarikan mereka terhadap materi, membantu, dan memperdalam pemahaman.

Hal-hal ini bisa dicapai oleh game-based learning jika game-game tersebut berdasarkan experiential learning, dimana mereka bisa belajar dari pengalaman bermain mereka.

Sementar game berbasis quiz yang dipenuhi oleh soal-soal sebenarnya sama dengan mengerjakan soal-soal biasa namun ditambahkan elemen-elemen game yang memang iya meningkatkan motivasi dan keterlibatan, namun bukan pemahaman.

Lalu bagaimana kita bisa mendesain board game berbasis experiential learning dengan mudah?

Dengan AI dong, tapi tidak semudah itu juga, jika kita menggunakan ChatGPT, Chatsonic, atau gomoonbeam.com untuk mendesain seubah board game, kemungkinan besar game pertama yang mereka desain adalah game-game quiz yang berisi dengan soal-soal sebagai tantangan dalam game.

Tuh kan, AI aja kalo bikin game yang pertama keluar adalah quiz.

Nah tapi untungnya dengan mudah kita bisa meminta mereka untuk merevisi gamenya dengan menggunakan keyword “game yang menghadirkan experiential learning” dan bisa mereka membuat game yang berbasis experiential learning. Tentu saran-saran dari AI ini harus kita kritisi dulu, dan modifikasi lagi agar lebih cocok dengan apa yang kita inginkan.

Game berbasis experiential learning akan memberikan kesempatan siswa-siswi untuk aktif bereksperimen, mendapatkan pengalaman nyata, dan kesempatan untuk mengamati dan merefleksikan pengalamanya,.

Game-game seperti ini lah yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberi siswa-siswi kesempatan untuk bereksperimen langsung dengan materi pembelajarannya, dan memberi ruang mereka untuk melatih keterampilan abad 21.

Selamat mencoba teman-teman!

Nusantara Bermain Bermakna Lanjut Untuk 2023, Terima Kasih Guru-guru!

Nusantara Bermain Bermakna Lanjut Untuk 2023, Terima Kasih Guru-guru!

Kunjungan Sekolah NBB

Sudah official, program Nusantara Bermain Bermakna (NBB) kita lanjut untuk tahun 2023 dan disupport penuh oleh Kemendikbudristek!

Senang sekali rasanya sudah mendapat konfirmasi dari Kemdikbudristek bahwa sejauh ini program NBB telah memberikan dampak baik bagi pendidikan, dan berhak untuk dilanjutkan ketahun ke-3.

Hal ini tentu bukanlah pencapaian atau prestasi Ludenara, melainkan peserta guru-guru yang luar biasa, yang telah menunjukan ke banyak pihak bahwa para peserta bisa memanfaatkan dengan baik semua materi pelajaran program NBB, apa lagi karya-karya game guru yang keren sekali!

Lalu tahun ke-3 NBB ngapain aja?

Yang jelas pertama sesi mentoring untuk para peserta rutin sekali setiap dua minggu akan dilanjutkan hingga tanggal yang belum ditentukan. Dalam sesi ini para peserta bisa berdiskusi langsung dengan para mentor dari Ludenara mengenai implementasi game-based learning di kelas dan juga ide game design yang sedang digarap.

Lalu di awal bulan Mei kita akan mengadakan Festival NBB di kota Semarang, untuk acara ini para mentor Ludenara akan memilih guru-guru champion dengan karya game dan hasil implementasi terbaik. Lalu para guru champion akan disediakan panggung dalam Festival NBB untuk mempresentasikan karyanya dan berbagi cerita baik untuk menginspirasi guru-guru lain.

Nah untuk detail lain mengenai tahun ke-3 dan acara Festival NBB mohon ditunggu ya!

Terima kasih untuk para peserta guru, berkat kalian program NBB ini akan dilanjutkan, dan semoga akan menambahkan dampak baik bagi pendidikan Indonesia!

“Bridge-It” Konsep Board Game Pembelajaran Aljabar Buatan AI

“Bridge-It” Konsep Board Game Pembelajaran Aljabar Buatan AI

Photo by: Canva Board Game Illustration

Sekarang kita bisa bikin konsep game dalam hitungan detik!

Dengan ChatGPT dan AI lainya kita hanya perlu memiliki ide dasar ingin mendesain game seperti apa, dan untuk apa, setelah itu biarkan AI yang mengisi detail gamenya, dan kita bisa modifikasi sesuka kita.

Sepertinya AI bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi para guru yang ingin menghadirkan game-based learning tapi bingung gamenya apa, sekarang gak usah bingung lagi, bikin aja sendiri gampang ko!

Contohnya seperti berikut, kali ini kita coba membuat game untuk pembelajaran aljabar menggunakan ChatGPT:

Salah satu contoh permainan papan yang mengharuskan pemainnya menggunakan persamaan aljabar untuk membangun jembatan disebut “Bridge-It”. Permainan ini dirancang untuk siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, dan dimaksudkan sebagai cara yang menyenangkan dan interaktif bagi siswa untuk berlatih memecahkan persamaan aljabar.

Dalam permainan ini, pemain diberikan satu set persamaan aljabar dan satu set bahan bangunan (seperti balok kayu atau batang plastik). Mereka harus menggunakan persamaan tersebut untuk mengetahui panjang dan kekuatan setiap bagian jembatan, lalu menggunakan bahan bangunan untuk membangun jembatan. Permainan ini memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, dan seiring dengan kemajuan para pemain dalam permainan, persamaan yang ada menjadi semakin kompleks.

 

Level: Pemula

Tujuan: Membangun jembatan untuk menyeberangi sungai dan mencapai sisi lain

Persamaan:

2x + y = 8 (panjang jembatan)

2x + 2y = 12 (kekuatan jembatan)

Bahan bangunan:

10 balok kayu (panjang: 0,5 m)

5 batang plastik (panjang: 1m)

Narasi

Anda adalah sekelompok penjelajah yang sedang melakukan ekspedisi hutan, dan Anda harus menyeberangi sungai yang lebar untuk mencapai seberang sungai di mana terdapat sebuah kuil kuno. Namun, sungai itu terlalu dalam dan lebar untuk diseberangi, jadi Anda perlu membangun jembatan untuk menyeberanginya.

Anda memiliki bahan bangunan yang terbatas, dan Anda harus menggunakan pengetahuan Anda tentang persamaan aljabar untuk menentukan panjang dan kekuatan jembatan yang harus Anda bangun. Setelah Anda menghitung panjang dan kekuatan yang diperlukan, Anda harus menggunakan bahan bangunan untuk membangun jembatan dan memastikan jembatan tersebut dapat menopang berat semua penjelajah.

Seperti yang Anda lihat, komponen narasi menyediakan skenario untuk dimainkan oleh para pemain, dan membuat game ini lebih imersif dan menarik. Hal ini juga membantu menghubungkan konsep matematika dengan skenario kehidupan nyata, membuatnya lebih mudah diingat dan lebih mudah dipahami.

Penting untuk dicatat bahwa narasi dapat disesuaikan dengan tingkat kesulitan permainan dan usia para pemain.

 

Iya, ide ini diberikan oleh ChatGPT dalam hitungan detik, tentu jika ada kekurangan, atau hal lain yang mau dirubah, kita bisa melakukannya sendiri, atau bahkan minta ChatGPTnya untuk mengajarkannya atau merubahnya sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Menantang AI Untuk Mendesain Board Game

Menantang AI Untuk Mendesain Board Game

Board Game Cover Made by Fotor.com Image Generator

AI Tidak Kreatif?

Jika kita sekarang menanyakan ekspert-ekspert di bidang computer science dan para peneliti kecerdasan buatan (AI), banyak yang bilang bahwa satu hal yang AI tidak miliki, dan mungkin tidak akan pernah miliki adalah kreativitas.

Banyak juga yang bilang hal itu lah yang harus kita latih manusia di masa depan agar bisa tetap kompetitif dan bermanfaat di dunia kerja yang akan dikuasai oleh AI.

Tapi sekarang menulis esai, membuat video, lukisan, foto, musik, dan hal-hal lain yang bisa masuk ranah seni ini sekarang semua sudah bisa dilakukan oleh AI. Bahkan Dall-E sebuah AI yang diciptakan untuk membuat lukisan sudah pernah memenangkan kompetisi melukis tingkat tinggi yang dihadiri seiman-seiman kelas dunia. Lebih mengerikannya lagi karya seni ini diciptakan oleh Dall-E dalam hitungan detik!

 

Menantang AI Untuk Mendesain Board Game

Kami di Ludenara penasaran sama batas kreatifitas AI ini, untuk menguji itu kita coba tes ChatGPT apakah ia bisa menciptakan sebuah Board Game! dan ide Board Game ini sesuai dengan teori yang kita pelajari dalam modul Nusantara Bermain Bermakna (NBB). Jadi kita coba tantang ChatGPT untuk membuat game yang memiliki elemen strategic, management sumber daya, dan sistem market yang senderhana

Hasilnya luar biasa, dalam hitungan detik ChatGPT memberikan 3 ide Board Game text dibawah ini adalah hasil dari ChatGPT yang di translate menggunakan DeepL:

Berikut ini beberapa ide untuk permainan papan:

“Island Colonizers”: Dalam permainan ini, para pemain berlomba-lomba membangun koloni yang paling sukses di sebuah pulau terpencil.

“Frontier Settlers”: Permainan ini berlatar belakang Amerika Barat Lama, dan para pemain berlomba-lomba membangun pemukiman perbatasan yang paling sukses.

“Tribal Chiefs”: Dalam permainan ini, para pemain berlomba-lomba untuk menjadi kepala suku yang paling sukses.

Detil Ide Board Game Oleh AI

Sepertinya Tribal Chiefs menarik nih, ayo kita suruh jabarkan, berikut adalah elemen-elemen dasar game Tribal Chiefs yang iya, sesuai dengan teori game desain dalam modul NBB

Objektif: Pemain bersaing untuk menjadi kepala suku yang paling sukses (memiliki bangunan dan anggota suku terbanyak di akhir permainan)

Gameplay: Struktur giliran (melempar dadu untuk mengumpulkan sumber daya, menggunakan sumber daya untuk merekrut anggota suku dan membangun struktur, dll.)

Kemampuan khusus anggota suku tertentu (misalnya pemburu lebih efektif dalam mengumpulkan makanan, dukun dapat menggunakan sihir untuk memindahkan token sumber daya, dll.)

Cara mendapatkan poin (poin diberikan untuk merekrut anggota suku, membangun struktur, dan mengendalikan token sumber daya)

Narasi: Pemain adalah seorang Kepala Suku yang ingin membangun sukunya agar menjadi yang paling baik

Komponen: Board game, dadu, token sumber daya, token anggota suku, token konstruksi,

Nah Board Gamenya sudah jadi peraturan cara mainnya juga sudah dituliskan oleh ChatGPT, lalu kita bisa menggunakan image generator AI di Canva dan Fotor untuk membuat komponen-komponennya sekaligus permainan papanya, berikut adalah hasilnya

Lumayan kan ya, dengan ini sepertinya sekarang kita bisa dengan sangat mudah dan cepat membuat board game sendiri, dan jika ingin menambahkan materi pembelajaran kita bisa dengan mudah menambahkannya.

 

Implikasi Dunia Pendidikan

Jadi sepertinya AI bisa kita bilang kreatif, setidaknya memiliki kreativitas yang datang dari mengumpulkan data-data yang sudah ada, memodifikasinya dan menghubungkannya.

Lalu pertanyaan paling penting untuk pendidik adalah, hal apa saja yang harus kita ajarkan anak-anak kita agar tetap bisa kompetitif di masa depan dimana AI semakin pintar dan sudah bisa mengerjakan banyak tugas-tugas manusia?

AI Bisa Membuat Esai Murid, Tapi Apakah Bisa Menilainya Seperti Guru?

AI Bisa Membuat Esai Murid, Tapi Apakah Bisa Menilainya Seperti Guru?

Photo by: Canva

Sudah banyak siswa-siswi dan mahasiswa yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengerjakan tugasnya, mempermudah tugas mereka sebagai pelajar. Nah sepertinya hanya akan adil jika guru dan dosen juga menggunakannya untuk mempermudah pekerjaan mereka.

Kali ini ChatGPT kita beri tugas membuat esai IPS SMP kelas 8:

Jelaskan alasan negara-negara Asia Tenggara perlu mengandalkan kerja sama ekonomi!

Berikut adalah esainya:

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa salah satu cara untuk memperkuat ekonomi negara-negara di Asia Tenggara adalah melalui kerjasama ekonomi. Dengan kerjasama ekonomi, negara-negara di kawasan ini dapat saling bantu dan memberikan keuntungan kepada satu sama lain.

Pertama, kerjasama ekonomi dapat membuka peluang bisnis baru bagi negara-negara di Asia Tenggara. Negara-negara di kawasan ini memiliki keunggulan ekonomi yang berbeda-beda, seperti sumber daya alam, industri, dan sumber daya manusia. Dengan membuka pasar negara lain, maka negara-negara di kawasan ini dapat menjual produk-produk yang dihasilkan ke negara lain, sekaligus memperluas basis pelanggannya.

Kedua, kerjasama ekonomi dapat meningkatkan daya saing negara-negara di Asia Tenggara. Dengan saling bergabung dan bekerja sama, negara-negara di kawasan ini dapat memproduksi barang-barang dengan kualitas yang lebih baik dan harga yang lebih kompetitif. Ini akan membuat negara-negara di kawasan ini lebih mampu bersaing di pasar global dan meningkatkan daya saing mereka.

Ketiga, kerjasama ekonomi dapat memperkuat integrasi ekonomi di kawasan ini. Dengan terjadinya kerjasama ekonomi, maka negara-negara di Asia Tenggara akan lebih terintegrasi dengan satu sama lain. Ini akan menciptakan pasar yang lebih besar dan mempermudah perdagangan antar negara.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kerjasama ekonomi merupakan salah satu cara yang efektif untuk memperkuat ekonomi negara-negara di Asia Tenggara. Negara-negara di kawasan ini harus lebih terbuka terhadap kerjasama ekonomi dengan negara lain agar dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Dengan demikian, kerjasama ekonomi merupakan salah satu langkah yang perlu dilakukan oleh negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan kondisi ekonomi mereka.

Lumayan kan, nah sekarang kita coba dia role-play menjadi guru kelas 8 dan menilai esai ini:

Saya memberikan nilai 75 untuk essay ini. Penulis telah menunjukkan pengetahuan yang cukup tentang topik kerjasama ekonomi di Asia Tenggara dan telah memberikan beberapa alasan mengapa negara-negara di kawasan ini harus mempercayai kerjasama ekonomi. Namun, penulis perlu lebih memperjelas dan menjelaskan lebih detail mengenai manfaat yang akan didapat dari kerjasama ekonomi bagi negara-negara di kawasan ini. Selain itu, penulis juga perlu memperbaiki struktur paragraf yang kurang teratur dan menambahkan beberapa contoh untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang topik yang dibahas.

Sepertinya sekarang, menilai dan membuat lesson plan sudah gampang sekali ya dengan AI, kira-kira tugas guru apa lagi yang bisa dipermudah ya?

 

 

Game-based Learning: The Benefits for Teachers and Students (AI Generated)

Game-based Learning: The Benefits for Teachers and Students (AI Generated)

Picsart Editor Image Generated AI

Game-based Learning: The Benefits for Teachers and Students

The use of game-based learning in the classroom has grown in popularity in recent years. With the rise of technology, game-based learning has become an increasingly attractive option for teachers looking to engage their students. Game-based learning has been shown to have a number of benefits for both teachers and students. In this article, we will discuss the benefits of game-based learning for teachers and students, and provide tips for implementing games in the classroom.

Introduction

Game-based learning is a teaching method that utilizes games as a way to engage students in the learning process. This type of learning has been found to be beneficial for both teachers and students. It has been shown to improve problem-solving skills, literacy skills, creativity, and cooperation among students. Additionally, it can be used to enhance classroom management, communication, and even professional development opportunities for teachers.

Benefits for Teachers

One of the most obvious benefits of game-based learning for teachers is improved classroom management. By introducing games into the classroom, teachers are able to keep their students engaged and focused on the lesson plan. Games also provide an opportunity for teachers to communicate more effectively with their students by providing an interactive platform for discussion.

Another benefit of game-based learning for teachers is enhanced creativity. By utilizing games as part of the lesson plan, teachers can encourage their students to think outside the box and develop creative solutions to problems. Additionally, game-based learning provides teachers with professional development opportunities as they can use games to hone their own skills and gain new insights into effective teaching strategies.

Finally, game-based learning has been shown to increase job satisfaction among teachers. Games can be used to break up the monotony of traditional teaching methods and make teaching more enjoyable for both teachers and students.

Benefits for Students

Game-based learning has a number of benefits for students as well. One of the most important is improved problem-solving skills. By utilizing games as part of the lesson plan, students are given the opportunity to develop their critical thinking skills as they work together to solve puzzles and complete tasks.

Another benefit of game-based learning is improved literacy skills. Studies have shown that games can be used to help improve reading comprehension and writing skills among students. Games can also help improve cooperation among students as they work together to complete tasks and achieve goals.

Finally, game-based learning can make learning more enjoyable for students. Games provide an engaging way for students to learn, and can help keep them motivated and interested in the lesson plan.

Types of Games

There are a variety of different types of games that can be used in the classroom. Traditional board games such as Chess or Scrabble are great options for engaging students in problem-solving activities. Additionally, traditional outdoor games such as Tag or Hide and Seek can be used to encourage cooperative play among students.

Tips for Implementing Games in the Classroom

When it comes to implementing games in the classroom, it’s important to choose the right game for the right age group. Younger children will likely enjoy simpler games such as Matching or Memory while older children may prefer more complex board games such as Monopoly or Risk. Additionally, it’s important to incorporate the game into the lesson plan so that it’s clear how it relates to what is being taught. Finally, it’s important to set rules and expectations before beginning the game so that everyone is on the same page.

Conclusion

In conclusion, game-based learning has a number of benefits for both teachers and students. It can be used to improve problem-solving skills, literacy skills, creativity, and cooperation among students while also providing teachers with improved classroom management and communication tools. There are a variety of different types of games that can be used in the classroom, so it’s important to choose the right game for the right age group. Finally, it’s important to incorporate the game into the lesson plan and set rules and expectations before beginning the game. With these tips in mind, teachers can use game-based learning to create an engaging and enjoyable experience for both themselves and their students.

 

This article (except for this part) is fully written by Moonbeam, this can be a direct comparison to the two previous AI generated articles as what the AI’s can do.

Lesson Plan Belajar Matematika Dengan Bermain Monopoly

Lesson Plan Belajar Matematika Dengan Bermain Monopoly

AI Generated Image in Picsart

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) sepertinya akan memberi dampak yang sangat besar dalam dunia pendidikan. Sekarang sudah banyak cerita mahasiswa yang menggunakan AI ini untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Seperti seorang mahasiswa biochemistry yang dikenal sebagai “an A student” oleh para dosennya. Mahasiswa dengan username innovate_rye di reddit mengakui bahwa dalam satu tugas dimana dia harus menulis esai mengenai lima hal baik dan buruk mengenai biotech dia menanyakan ‘apa lima hal baik dan buruk tentang biotek?’ dalam AI dan dan AI akan menghasilkan jawaban yang memberinya nilai A.

Jadi sekarang para dosen dan guru harus sangat kreatif jika memberi tugas, karena AI akan membuat tugas-tugas esai sederhana amat mudah bagi para pelajar.

Tapi selain itu guru juga pasti bisa memanfaatkan AI dengan baik, untuk itu ayo kita coba gunakan ChatGPT untuk membuat lesson plan ‘Belajar Matematika Dengan Bermain Monopoly’

Berikut adalah hasilnya:

Judul pelajaran: Belajar matematika dengan bermain Monopoly

Tujuan: Siswa akan dapat menggunakan konsep matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam bermain Monopoly, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bahan:

  • Papan Monopoly
  • Uang Monopoly
  • Kartu properti
  • Dadu
  • Alat tulis

Aktivitas pemanasan:

  • Review konsep matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dengan melakukan beberapa latihan singkat.

Pengajaran langsung:

  • Jelaskan cara bermain Monopoly kepada siswa, termasuk cara membeli properti, mengeluarkan uang, dan menghitung keuntungan atau kerugian.
  • Beri contoh bagaimana siswa dapat mengaplikasikan konsep matematika dasar dalam bermain Monopoly, misalnya dengan menghitung uang yang mereka miliki, menghitung biaya untuk membeli properti, dan menghitung keuntungan atau kerugian dari transaksi properti.

Praktik bimbingan:

  • Bagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil dan berikan setiap kelompok satu set papan Monopoly.
  • Beri setiap kelompok waktu yang cukup untuk bermain Monopoly sambil mengaplikasikan konsep matematika yang telah dipelajari.
  • Bantu siswa jika mereka mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan konsep matematika dalam bermain Monopoly.

Praktik mandiri:

  • Berikan siswa tugas untuk membuat daftar kegiatan sehari-hari yang menggunakan konsep matematika dasar, seperti menghitung uang yang diperlukan untuk membeli makanan atau menghitung jumlah uang yang diperoleh dari menjual barang bekas.
  • Berikan siswa waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas ini dengan bantuan alat tulis.

Penutup:

  • Review kembali konsep matematika dasar yang telah dipelajari dan bagaimana mereka dapat digunakan dalam bermain Monopoly serta kehidupan sehari-hari.
  • Diskusikan dengan siswa bagaimana mereka dapat terus mempraktikkan konsep matematika dasar di luar kelas.

Penilaian:

  • Kemampuan

Kita lihat dalam tahap penilaian sepertinya sangat singkat, tapi kita bisa minta Chat GPT untuk mengelaborasikannya dengan mudah.

Nah bagaimana menurut teman-teman guru, lesson plannya bagus gak nih? Dan kira-kira tugas guru apa aja ya yang bisa dimudahkan oleh AI?

Game-Based Learning: Manfaat bagi Guru dan Siswa (Ditulis Oleh Robot)

Game-Based Learning: Manfaat bagi Guru dan Siswa (Ditulis Oleh Robot)

“Robot writing with a laptop” – Text to image generator by Canva

Seiring dengan kemajuan teknologi pendidikan, pembelajaran berbasis permainan telah menjadi pendekatan yang semakin populer untuk mengajar dan belajar. Metode ini melibatkan penggunaan permainan atau kegiatan interaktif lainnya yang mirip permainan untuk melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Meskipun mungkin tampak seperti pendekatan yang sederhana atau bahkan sembrono, pembelajaran berbasis permainan sebenarnya bisa menjadi alat yang ampuh bagi guru yang ingin meningkatkan keterlibatan dan pembelajaran siswa. Berikut adalah lima alasan mengapa guru harus mempertimbangkan untuk mengadopsi pembelajaran berbasis permainan di kelas mereka:

1. Keterlibatan: Permainan bisa sangat menarik bagi siswa, yang dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat sangat bermanfaat bagi siswa yang mungkin kesulitan untuk tetap fokus atau termotivasi dalam lingkungan belajar yang lebih tradisional.

2. Kolaborasi: Banyak permainan yang mengharuskan pemainnya untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yang dapat menumbuhkan keterampilan kolaborasi dan kerja tim. Hal ini dapat membantu siswa belajar berkomunikasi secara efektif, memecahkan masalah, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan mereka.

3. Kemampuan beradaptasi: Pembelajaran berbasis permainan bisa sangat mudah beradaptasi dengan kebutuhan siswa secara individu. Misalnya, beberapa permainan dapat disesuaikan dengan gaya belajar, kemampuan, atau minat yang berbeda, yang dapat membantu siswa merasa lebih berinvestasi dalam pembelajaran mereka sendiri.

4. Relevansi dunia nyata: Banyak game yang dirancang untuk mensimulasikan skenario atau tantangan dunia nyata, yang dapat membantu siswa menerapkan pembelajaran mereka pada situasi praktis. Hal ini dapat membuat proses pembelajaran lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa.

5. Keterampilan yang dapat ditransfer: Permainan dapat membantu siswa mengembangkan berbagai keterampilan penting, termasuk berpikir kritis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan komunikasi. Keterampilan ini dapat berguna dalam berbagai pengaturan, baik di dalam maupun di luar kelas.

Kesimpulannya, pembelajaran berbasis permainan dapat menjadi alat yang berharga bagi guru yang ingin melibatkan dan memotivasi siswa mereka. Dengan mempertimbangkan manfaat yang diuraikan di atas, guru dapat membantu membuat kasus yang menarik untuk memasukkan pembelajaran berbasis permainan ke dalam kelas mereka. Jadi, merupakan ide yang bagus bagi para guru untuk mengadopsi pembelajaran berbasis permainan di kelas mereka.

Iya, artikel ini (kecuali bagian ini) semua ditulis oleh AI, yaitu ChatGPT, yang di translasi menggunakan DeepL Translator. Gambar artikel ini juga diciptakan oleh AI yaitu text to picture generatior oleh Canva.

Banyak sekali pertanyaan menarik mengeani teknologi baru ini ya, seperti bagaimana implikasinya untuk dunia penididkan. Seperti banyak sekarang siswa-siswi, mahasiswa sudah banyak yang mengugnakan teknologi ini untuk menyelesaikan tugas mereka!

Sepertinya tugas yang kita berikan kepada pelajar tidak bisa lagi tugas-tugas yang gampang diselesaikan oleh AI seperti esai nih!

Manfaat Penerapan Game-based Learning di 80 SMP

Manfaat Penerapan Game-based Learning di 80 SMP

Kelompok Diskusi Terpumpun POP

Rabu, 21 Desember 2022 Ludenara menghadiri Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Program Organisasi Penggerak untuk program Nusantara Bermain Bermakna (NBB).

DKT ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan & Pengembangan Pendidik & Tenaga Kependidikan Bapak Edi Suparjoto, sebagai perwakilan dari Dinas Pendidikan Bandung, bersama dengan Guru-guru SMP PGII 1 Ibu Fitrianingsih, Bapak Yovan Fuji, dan Bapak Devi Saidulloh. Bersama dengan Ketua Program NBB Mas Eko, Bendahara Program NBB Mbak Augy sebagai perwakilan dari Ludenara.

Dalam DKT ini kami memberikan laporan implementasi NBB yang telah memberikan dampak baik bagi para peserta Guru dan Siswa-siswinya, seperti meningkatnya motivasi dan keterlibatan saat belajar yang dilaporkan oleh 90% guru, dan juga pengembangan karakter dan keterampilan Siswa-siswi seperti meningkatnya percaya diri dan kreatifitas siswa-siswi. Data-data serta laporan lengkapnya ada di link ini ya!

Di acara ini tim Ludenara bersama Pak Edi juga mendengarkan langsung testimoni dari Guru-guru peserta. Senang sekali rasanya mendengar semua manfaat baik dari program NBB, seperti modul-modul yang keren, dan tim fasilitator yang sangat menolong.

Terima kasih banyak untuk Kemdikbudristek telah mempercayai Ludenara sebagai Organisasi Penggerak, dan khususnya kami ingin berterima kasih kepada para peserta NBB yang telah memanfaatkan dengan sangat baik semua yang diperoleh dari program NBB.

Recap Program Nusantara Bermain Bakna

Recap Program Nusantara Bermain Bakna

Kunjungan NBB

Recap Program Nusantara Bermain Bakna

 

Tidak terasa sudah dua tahun berjalan program Nusantara Bermain Bermakna (NBB) yuk kita lihat lagi hal apa yang kita pelajari bersama para peserta Guru dan Kepala sekolah dari Bogor, Bandung, Pekalongan, Semarang, Malang, dan Lombok Utara.

Program Nusantara Bermain Bermakna memberikan dua modul yang dirancang untuk membantu para guru agar dapat memanfaat game dalam kelas. Dengan menggunakan metode Game Based Learning dengan baik, kami yakin motivasi dan keterlibatan siswa-siswi saat belajar bisa meningkat dengan signifikan.

Recap Program Nusantara Bermain Bakna

 

Tidak terasa sudah dua tahun berjalan program Nusantara Bermain Bermakna (NBB) yuk kita lihat lagi hal apa yang kita pelajari bersama para peserta Guru dan Kepala sekolah dari Bogor, Bandung, Pekalongan, Semarang, Malang, dan Lombok Utara.

Program Nusantara Bermain Bermakna memberikan dua modul yang dirancang untuk membantu para guru agar dapat memanfaat game dalam kelas. Dengan menggunakan metode Game Based Learning dengan baik, kami yakin motivasi dan keterlibatan siswa-siswi saat belajar bisa meningkat dengan signifikan.

NBB Parti 1

Modul pertama membahas tentang teknik implementasi Game Based Learning secara sederhana di kelas. Dari memahami bermain sebagai proses belajar, lalu mampu memilih game yang cocok untuk kebutuhan mengajar dan protokol untuk mengaplikasikan game based learning dalam kelas.

Dalam modul pertama ini kami juga menyediakan board game Kreatoria, game yang dirancang khusus untuk agar para guru bisa dengan mudah memodifikasi gamenya agar sesuai dengan kebutuhan mengajar mereka.

Modul ini disampaikan melalui 4 kali diklat online yang video rekamannya bisa diakses di sini ya!

Setelah diklat ini, kami mengajak para peserta guru untuk mengaplikasikan Game Based Learning menggunakan Kreatoria, atau game apa pun yang mereka inginkan. Banyak sekali kami mendapatkan laporan sangat menarik mengenai hasil implementasinya, nah ini nanti dibahas di artikel yang lain ya.

NBB Part 2

Dengan pemahaman game based learning yang cukup, para guru bisa mulai mendesain gamenya sendiri. Game Design inilah yang kami bawa dalam modu kedua NBB. Dalam modul ini kami juga menyediakan sebuah prototype kit, di mana Guru mendapatkan bahan-bahan dasar yang dibutuhkan untuk merancang board gamenya sendiri.

Bagian kedua dari NBB ini juga disampaikan melalui 4 diklat online yang videonya juga bisa diakses di sini.

Setelah diklat online ini kami mengajak para peserta untuk mendesain gamenya sendiri. Dalam proses mendesain game ini tim Ludenara juga mengadakan sesi mentoring secara rutin, dimana siapapun peserta yang ingin mendiskusikan ide gamenya atau implementasinya di kelas bisa berdiskusi dengan para mentor dari Ludenara.

Hasil bagian kedua ini menarik, banyak game-game seru yang sudah dicoba untuk membuat suasana belajar di kelas jadi sangat menyenangkan!

Setelah kedua materi ini disampaikan, tim Ludenara mengadakan kunjungan ke 80 sekolah peserta, untuk bersilaturahmi secara langsung dan berdiskusi mengenai program NBB ini secara langsung bersama para peserta.

Lalu, gimana nih lanjutannya NBB buat tahun depan?

Nah sekarang Ludenara sedang merencanakan sebuah Festival Belajar Main, dimana guru-guru yang sudah menghasilkan karya game diberikan panggung untuk menunjukan gamenya dan menceritakan keseruan di kelas. Dalam festival ini kami rancang agar para peserta guru bisa saling berbagi ide dan menginspirasi guru lain untuk terus berkarya demi pendidikan yang lebih baik!

Semoga Festival Belajar Main ini disetujui oleh Kemdikbudristek untuk berlangsung secara offline ya!

Modul pertama membahas tentang teknik implementasi Game Based Learning secara sederhana di kelas. Dari memahami bermain sebagai proses belajar, lalu mampu memilih game yang cocok untuk kebutuhan mengajar dan protokol untuk mengaplikasikan game based learning dalam kelas.

Dalam modul pertama ini kami juga menyediakan board game Kreatoria, game yang dirancang khusus untuk agar para guru bisa dengan mudah memodifikasi gamenya agar sesuai dengan kebutuhan mengajar mereka.

Modul ini disampaikan melalui 4 kali diklat online yang video rekamannya bisa diakses di sini ya!

Setelah diklat ini, kami mengajak para peserta guru untuk mengaplikasikan Game Based Learning menggunakan Kreatoria, atau game apa pun yang mereka inginkan. Banyak sekali kami mendapatkan laporan sangat menarik mengenai hasil implementasinya, nah ini nanti dibahas di artikel yang lain ya.

NBB Part 2

Dengan pemahaman game based learning yang cukup, para guru bisa mulai mendesain gamenya sendiri. Game Design inilah yang kami bawa dalam modu kedua NBB. Dalam modul ini kami juga menyediakan sebuah prototype kit, di mana Guru mendapatkan bahan-bahan dasar yang dibutuhkan untuk merancang board gamenya sendiri.

Bagian kedua dari NBB ini juga disampaikan melalui 4 diklat online yang videonya juga bisa diakses di sini.

Setelah diklat online ini kami mengajak para peserta untuk mendesain gamenya sendiri. Dalam proses mendesain game ini tim Ludenara juga mengadakan sesi mentoring secara rutin, dimana siapapun peserta yang ingin mendiskusikan ide gamenya atau implementasinya di kelas bisa berdiskusi dengan para mentor dari Ludenara.

Hasil bagian kedua ini menarik, banyak game-game seru yang sudah dicoba untuk membuat suasana belajar di kelas jadi sangat menyenangkan!

Setelah kedua materi ini disampaikan, tim Ludenara mengadakan kunjungan ke 80 sekolah peserta, untuk bersilaturahmi secara langsung dan berdiskusi mengenai program NBB ini secara langsung bersama para peserta.

Lalu, gimana nih lanjutannya NBB buat tahun depan?

Nah sekarang Ludenara sedang merencanakan sebuah Festival Belajar Main, dimana guru-guru yang sudah menghasilkan karya game diberikan panggung untuk menunjukan gamenya dan menceritakan keseruan di kelas. Dalam festival ini kami rancang agar para peserta guru bisa saling berbagi ide dan menginspirasi guru lain untuk terus berkarya demi pendidikan yang lebih baik!

Semoga Festival Belajar Main ini disetujui oleh Kemdikbudristek untuk berlangsung secara offline ya!