Merajut Kisah Pembelajaran Seru dengan Fabel – Petualangan Kebersamaan yang Menginspirasi!

Merajut Kisah Pembelajaran Seru dengan Fabel – Petualangan Kebersamaan yang Menginspirasi!

Halo, teman-teman semua! 🌈 Kami membawa kabar gembira yang akan mengubah cara pandang kita tentang pembelajaran. Bersama “Fabel,” sebuah permainan yang tidak hanya seru tapi juga menjadi katalisator pertumbuhan karakter siswa, kita membuka lembaran baru metode belajar yang inovatif. 📚✨

“Fabel” bukan sekedar permainan; ini adalah ekspedisi dimana siswa mengasah kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, dan kecerdasan emosional, dalam bingkai kegembiraan yang tiada tara. 🚀👭

Dari sudut kelas hingga bisikan angin, terdengar cerita-cerita transformasi dan kebahagiaan. Guru dan siswa bersama-sama menemukan keajaiban yang terjadi ketika pembelajaran bertemu dengan kesenangan. 🍃💬

Penasaran dengan lebih banyak cerita? Ingin melihat bagaimana dongeng berubah menjadi pelajaran dan permainan menjadi pertumbuhan? Langkahkan kaki ke dalam laporan lengkap kami dan biarkan halaman-halaman tersebut membawa Anda pada perjalanan dimana edukasi dan ekspresi berpadu sempurna. Petualangan Anda menanti, dan percayalah, ini akan menjadi bacaan yang memikat! 🌈📖

Mulai petualangan Anda di sini: Baca laporan lengkapnya

Mari ubah pembelajaran menjadi sebuah perayaan, satu permainan dalam satu waktu. Bergabunglah dalam quest menawan ini dan jadilah bagian dari gerakan dimana kesenangan dan pembelajaran menciptakan warisan untuk pahlawan-pahlawan masa depan. 🌟📘

3 Konsep Literasi Keuangan Yang Dipelajari Peserta Melalui Game  “Susun Dana”

3 Konsep Literasi Keuangan Yang Dipelajari Peserta Melalui Game “Susun Dana”

Dalam program Training of Facilitator, Literasi Keuangan bersama Lika dan Komunitas Guru Belajar, kami bermain game Susun Dana bersama 50 guru peserta. Setelah bermain kami mengajukan beberapa pertanyaan refleksi mengenai apa yang mereka pelajari dalam sesi bermain tadi.

Setelah kami mendapatkan jawabanya, kami analisa dan menemukan 3 tema utama yang dipelajari para peserta saat memainkan game Susun Dana

Manajemen Keuangan yang family-centric

Dalam game ini peserta menemukan bahwa jika ada anggota keluarga yang fokus terhadap memenuhi kebutuhannya sendiri maka sangat sulit untuk menang dalam game ini.

Penekanan pada keluarga menunjukkan bahwa sesi game-based learning memungkinkan peserta untuk mempertimbangkan bagaimana keputusan keuangan berdampak tidak hanya pada individu tetapi juga anggota keluarga.

Kemungkinan besar mencakup skenario atau keputusan yang melibatkan alokasi anggaran untuk kebutuhan keluarga, rencana tabungan yang bermanfaat bagi seluruh anggota keluarga, dan pentingnya keamanan finansial bagi masa depan keluarga.

Pendekatan ini membantu dalam memahami bahwa perencanaan keuangan bukan hanya upaya individu namun melibatkan pertimbangan kesejahteraan dan tujuan seluruh unit keluarga, termasuk perencanaan pendidikan anak, perawatan kesehatan keluarga, dan tabungan jangka panjang untuk tujuan keluarga seperti membeli sebuah rumah. rumah atau merencanakan liburan.

Praktik-praktik keuangan yang esensial

Dalam tema ini, peserta merefleksikan praktik pengelolaan keuangan yang mendasar, seperti penganggaran, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengelola keuangan secara efektif, dan perencanaan.

Ini adalah keterampilan inti yang harus dikembangkan oleh siapa pun yang ingin meningkatkan kesehatan keuangannya. Penganggaran melibatkan pelacakan pendapatan dan pengeluaran untuk memastikan pengeluaran sejalan dengan prioritas dan tujuan, sementara membedakan kebutuhan dari keinginan membantu dalam membuat keputusan keuangan yang bijaksana yang dapat menghasilkan penghematan dan mencegah hutang yang tidak perlu.

Mengelola keuangan juga dapat mencakup aspek-aspek seperti berinvestasi dengan bijak, menggunakan kredit secara bertanggung jawab, dan menabung untuk keadaan darurat.

Perencanaan, di sisi lain, melibatkan penetapan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang serta menguraikan langkah-langkah untuk mencapainya, memastikan bahwa keputusan keuangan yang dibuat saat ini membantu mencapai tujuan tersebut di masa depan.

Tujuan finansial dan kesejahteraan keluarga

Tema ini mencerminkan pemahaman peserta akan pentingnya pengelolaan keuangan dan proses penetapan tujuan keuangan.

Sesi ini kemungkinan besar menyoroti bagaimana pengelolaan keuangan yang efektif dapat menghasilkan kehidupan yang lebih aman dan memuaskan, dengan memungkinkan individu dan keluarga memenuhi kebutuhan mereka, mencapai impian mereka, dan mempersiapkan masa depan.

Menetapkan tujuan keuangan merupakan aspek penting dari proses ini, karena memberikan arahan pada upaya perencanaan keuangan. Sasarannya bisa sangat bervariasi, mulai dari menabung untuk uang muka rumah, mendanai pendidikan, hingga merencanakan masa pensiun.

Merefleksikan pentingnya tujuan-tujuan ini tidak hanya memotivasi individu untuk tetap berpegang pada rencana keuangan mereka tetapi juga membantu mereka memprioritaskan strategi pengeluaran dan tabungan mereka.

Kesimpulan

Tema-tema ini secara kolektif menunjukkan bahwa sesi pembelajaran berbasis permainan berhasil melibatkan peserta dengan aspek-aspek pengelolaan keuangan yang praktis dan bermakna, membuat mereka tidak hanya mempertimbangkan keuangan pribadi mereka tetapi juga implikasi yang lebih luas terhadap keluarga dan tujuan jangka panjang mereka. Pendekatan holistik terhadap pendidikan keuangan ini sangat penting untuk mengembangkan pemahaman menyeluruh tentang kesehatan dan perencanaan keuangan.

Mengubah Wajah Literasi Keuangan: Petualangan Game-Based Learning Bersama Ludenara, LIKA, dan Komunitas Guru Belajar Nusantara

Mengubah Wajah Literasi Keuangan: Petualangan Game-Based Learning Bersama Ludenara, LIKA, dan Komunitas Guru Belajar Nusantara

Game Susun Dana

Selamat datang, para inovator pendidikan dan arsitek masa depan! Ada kabar gembira nih dari dunia pendidikan yang bakal membuat mata kalian berbinar-binar.

Kali ini, Ludenara, LIKA, dan Komunitas Guru Belajar Nusantara telah bersatu padu dalam sebuah misi mulia: mengubah wajah pembelajaran literasi keuangan melalui keajaiban game-based learning. Siap-siap untuk terhanyut dalam kisah seru mereka!

Latar Belakang Misi: Trio Luar Biasa

Dalam kolaborasi yang spektakuler ini, kami Ludenara, berjalan beriringan dengan LIKA, gerakan yang berdedikasi penuh untuk edukasi literasi keuangan, dan Komunitas Guru Belajar Nusantara, kumpulan guru-guru visioner yang haus akan pembelajaran sepanjang hayat. Memilih 50 peserta yang terseleksi untuk menyelami dunia finansial melalui lensa permainan yang tidak hanya mendidik tapi juga menghibur.

Petualangan Pembelajaran yang Mendunia

Bayangkan, 50 peserta ini dibawa ke sebuah arena di mana mereka tidak hanya belajar mengelola uang, tapi juga memahami nilai keluarga, kebutuhan, dan pentingnya kolaborasi. Dengan latar belakang yang beragam, mereka bersama-sama merajut pengalaman belajar yang tak terlupakan, membuktikan bahwa belajar tentang uang bisa jadi seru dan penuh warna.

Kesimpulan yang Membanggakan

Hasilnya? Luar biasa! Meski kami tidak akan menggali terlalu dalam tentang hasil spesifik dari sesi game-based learning ini, cukup dikatakan bahwa peserta meninggalkan sesi dengan pemahaman yang lebih dalam tentang literasi keuangan, dilengkapi dengan senyum kepuasan dan rasa ingin tahu yang lebih besar. Feedback mereka menggambarkan sebuah perjalanan pembelajaran yang kaya dan penuh wawasan.

Membawa Petualangan ke Kelas dan Kampus: Seruan untuk Para Pendidik

Dan, di penghujung cerita petualangan kita kali ini, ada pesan khusus yang ingin kami sampaikan kepada para pendidik, baik itu guru di sekolah maupun dosen di perguruan tinggi. Kami tidak hanya ingin membagikan kisah inspiratif ini sebagai cerita semata, tetapi juga sebagai seruan untuk aksi nyata.

Ludenara, LIKA, dan Komunitas Guru Belajar Nusantara tidak hanya berhenti pada pencapaian sesi pembelajaran yang baru saja kami selami. Kami menggenggam lebih dari sekadar visi; mereka membawa misi untuk mendorong setiap pendidik di Indonesia agar berani mengimplementasikan game-based learning dalam kurikulum mereka.

Tujuannya? Agar siswa dan mahasiswa dapat merasakan keseruan dan kedalaman pembelajaran yang sama, menjadikan proses belajar tentang literasi keuangan—atau materi apapun, sebenarnya—menjadi lebih menarik, interaktif, dan berkesan.

Bermain Puzzle: Rahasia Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Melambatkan Penurunan Akibat Penuaan

Bermain Puzzle: Rahasia Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Melambatkan Penurunan Akibat Penuaan

Image by Alexa from Pixabay

Kita semua suga games, tapi ada satu jenis games yang sangat baik untuk kemampuan kognitif kita, yaitu puzzles! Iya game ini sangat baik untuk orang dewasa yang butuh menjaga kemampuan kognitifnya dan membantu anak-anak untuk mengembangkannya dengan baik!

Penelitian ini menawarkan cara yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan mental kita dan berpotensi melambatkan aspek penurunan kognitif akibat penuaan: teka-teki jigsaw (JP).

Teka-teki jigsaw, yang sering dilihat sebagai kegiatan santai, ternyata memiliki potensi luar biasa dalam meningkatkan berbagai kemampuan visuospatial. Kemampuan ini sangat penting untuk menginterpretasi dan memahami informasi visual dan hubungan spasial dalam kehidupan sehari-hari kita.

Berikut adalah delapan kemampuan visuospatial yang dapat diuntungkan dari interaksi rutin dengan teka-teki jigsaw:

  1. Persepsi Visuospatial: Membantu menginterpretasi dan memahami informasi visual di sekitar kita, serta mengidentifikasi bentuk dan hubungan spasial.
  2. Praksis Konstruksional: Mengembangkan kemampuan untuk membuat atau menggambar figur geometris, yang integral dalam mengorganisir dan memanipulasi informasi spasial.
  3. Rotasi Mental: Teka-teki membutuhkan rotasi mental objek 2D atau 3D, meningkatkan kesadaran dan pemahaman spasial.
  4. Kecepatan Pengolahan: Bermain puzzle secara rutin dapat meningkatkan kecepatan dalam mempersepsi, mengolah, dan merespons informasi.
  5. Fleksibilitas Kognitif: Melibatkan kemampuan untuk beralih antara konsep yang berbeda atau memikirkan beberapa konsep secara bersamaan.
  6. Memori Kerja: Teka-teki jigsaw meningkatkan kapasitas untuk memegang dan memanipulasi informasi dalam pikiran dalam jangka waktu pendek.
  7. Penalaran: Membantu mengembangkan kemampuan untuk membuat penilaian dan kesimpulan berdasarkan informasi yang diberikan.
  8. Memori Episodik: Berinteraksi dengan puzzle dapat meningkatkan kemampuan untuk mengingat dan mengalami kembali episode spesifik dari masa lalu pribadi seseorang.

Penting untuk dicatat, teka-teki jigsaw tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan kognitif mereka.

Ini meningkatkan keterampilan motorik halus, yang sangat penting untuk tugas-tugas yang memerlukan koordinasi mata-tangan. Selain itu, ia mendorong perkembangan kognitif, meletakkan dasar yang kuat untuk pembelajaran dan pemecahan masalah.

Untuk populasi yang menua, bermain puzzle menawarkan perisai pelindung terhadap:

  • Penurunan memori
  • Kecepatan pengolahan yang lebih lambat
  • Kapasitas perhatian yang berkurang
  • Perubahan fungsi eksekutif

Semua ini merupakan aspek umum dari penuaan kognitif. Ini adalah cara yang menyenangkan dan mudah diakses untuk melibatkan otak, menawarkan istirahat dari kelebihan digital kehidupan modern.

Meskipun teka-teki jigsaw bukan solusi untuk segala masalah, manfaatnya terlalu signifikan untuk diabaikan.

Seiring berkembangnya pemahaman kita tentang kesehatan kognitif, menggabungkan kegiatan sederhana dan menyenangkan seperti ini ke dalam rutinitas sehari-hari kita mungkin menjadi salah satu strategi paling efektif untuk menjaga ketajaman mental dan meningkatkan kesehatan kognitif secara keseluruhan.

Sumber:

Fissler, P. (2018). Jigsaw Puzzling Taps Multiple Cognitive Abilities and Is a Potential Protective Factor for Cognitive Aging.

Top 3 Studi Game-based Learning yang Paling Signifikan di 2023

Top 3 Studi Game-based Learning yang Paling Signifikan di 2023

Photo by Pavel Danilyuk

Halo, para teman-teman dan penggemar inovasi pendidikan! Siapkah untuk menyelami dunia pembelajaran yang penuh warna dan seru? Di tahun 2023, kita diajak berpetualang ke dalam tiga studi pembelajaran berbasis game yang tidak hanya cerdas, tapi juga penuh kejutan!

1. Menggabungkan AI dan Blockchain dalam GBL: Langkah Inovatif

Studi: “Artificial Intelligence-Enabled Game-Based Learning and Quality of Experience: A Novel and Secure Framework (B-AIQoE)” oleh Asif Ali Wagan dkk.

Bayangkan bermain game sambil belajar, dan semuanya dilindungi dengan teknologi kekinian seperti AI dan blockchain! Studi ini tidak hanya membuat belajar jadi lebih aman tapi juga super menyenangkan.

Siswa bisa meningkatkan kemampuan otak mereka, melatih kecerdasan, dan mengasah kemampuan belajar khusus. Ini seperti menggabungkan dunia game dengan sekolah masa depan yang kita impikan!

2. STEM Jadi Lebih Seru dengan Game Digital!

Studi: “Effectiveness of Digital Educational Game and Game Design in STEM Learning: A Meta-Analytic Review” oleh Yang Gui dkk.

Inilah bukti betapa dahsyatnya game dalam pendidikan STEM! Studi ini adalah analisis meta dari 86 studi yang menunjukkan bahwa game digital memiliki efek positif yang signifikan dalam pembelajaran STEM.

Bayangkan, 86 penelitian berbeda memberi tahu kita bahwa game bisa menjadikan sains, matematika, teknologi, dan teknik jauh lebih menarik dan efektif. Game bukan hanya soal bermain, tapi juga alat pembelajaran yang kuat!

3. Tantangan Guru dalam Dunia Game Sains

Studi: “Game-based Science Learning: What Are the Problems with Teachers Practicing It in Class” oleh Avdiu Schabas

Petualangan tidak selalu mudah, dan inilah yang ditunjukkan studi ini. Para guru dihadapkan dengan berbagai tantangan ketika mengimplementasikan pembelajaran berbasis game dalam sains.

Mulai dari manajemen waktu kelas yang terbatas, kesulitan dalam mengembangkan berbagai aktivitas game, hingga tantangan dalam menyesuaikan pengalaman belajar untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa.

Studi ini memberikan kita gambaran nyata tentang apa yang dibutuhkan untuk menjadikan pembelajaran sains berbasis game sebuah kenyataan yang efektif di kelas.

Kesimpulan

Jadi, teman-teman, siap untuk menjelajahi dunia pembelajaran yang penuh dengan petualangan ini? Ketiga studi ini bukan hanya tentang belajar, tapi juga tentang mengubah kelas menjadi ruang yang penuh dengan keceriaan, keamanan, dan tentu saja, banyak pengetahuan baru! Ayo, kita main dan belajar bersama!

Riset Playful Learning Paling Berpengaruh di 2023 versi Ludenara

Riset Playful Learning Paling Berpengaruh di 2023 versi Ludenara

Photo by Ben McLeod on Unsplash

Playful Learning di 2023: Menciptakan Minat dan Kemandirian dalam Pendidikan

Dalam dunia pendidikan tahun 2023, pembelajaran bermain telah muncul sebagai pendekatan transformatif dalam penelitian pendidikan, merombak cara kita memahami dan memfasilitasi pembelajaran pada anak-anak.

Tiga studi terobosan telah membawa wawasan baru ke dalam bidang dinamis ini, masing-masing memberikan kontribusi unik untuk pemahaman kita tentang persimpangan antara bermain dan belajar.

1. Active Playful Learning: Gerbang Menuju Pendidikan yang Menarik

Studi pertama, “Menyelidiki kontribusi pembelajaran bermain aktif terhadap minat siswa dan hasil pendidikan,” menekankan pentingnya pembelajaran bermain aktif dalam menumbuhkan ‘6 C’: Kolaborasi, Komunikasi, Konten, Berpikir Kritis, Inovasi Kreatif, dan Kepercayaan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa minat siswa merupakan faktor perantara penting antara pembelajaran bermain dan hasil pendidikan, mengusulkan pergeseran progresif dari minat situasional menjadi minat individu.

Penelitian ini sangat penting dalam menunjukkan bagaimana pembelajaran bermain dapat menyalakan gairah seumur hidup untuk belajar dengan melibatkan siswa lebih dalam dengan konten.

2. Bermain Terstruktur di Masa Kanak-Kanak: Pengalaman Norwegia

Studi kedua, yang dilakukan di Norwegia, mengevaluasi dampak kurikulum pembelajaran bermain terstruktur terhadap kesiapan sekolah anak-anak.

Studi ini yang menggunakan metode Randomized Controlled Trial ini merupakan bukti efektivitas integrasi pembelajaran bermain terstruktur ke dalam pendidikan awal, membuka jalan bagi kesuksesan anak-anak dalam pendidikan formal.

Berikut adalah sedikit gambaran mengenai kurikulumnya:

  1. Fokus pada Keterampilan Kunci: Kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi sosial, pengaturan diri, bahasa, dan keterampilan matematika. Keterampilan ini merupakan dasar penting untuk pembelajaran masa depan.
  2. Aktivitas yang Dirancang dengan Cermat: Kurikulum mencakup sekitar 130 permainan, adegan bermain, dan aktivitas yang dirancang untuk merangsang empat komponen inti tersebut. Pentingnya aktivitas ini terletak pada kemampuannya untuk menarik minat anak-anak sambil mengajarkan konsep-konsep penting secara alami dan menyenangkan.
  3. Durasi dan Konsistensi: Para guru didorong untuk mengimplementasikan kurikulum ini selama minimal delapan jam per minggu selama sembilan bulan. Konsistensi dan durasi ini penting untuk memastikan bahwa anak-anak terpapar secara menyeluruh pada konsep-konsep dan keterampilan yang diajarkan.

3. Memberdayakan Kemandirian Anak Melalui Bermain

Yang ketiga, “Membuka Ruang untuk Kemandirian Anak dengan Pembelajaran Bermain,” menawarkan pandangan mendalam tentang peran kemandirian dalam pembelajaran bermain.

Makalah ini mengartikulasikan bagaimana bermain bisa menjadi konteks yang kuat bagi anak-anak untuk berlatih kontrol, berpartisipasi aktif, dan terlibat dengan sukarela dalam perjalanan pembelajaran mereka.

Dengan menekankan inklusivitas budaya, studi ini menganjurkan pengakuan dan pemanfaatan kemandirian dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang beragam. Penelitian ini menekankan kekuatan transformatif bermain dalam menumbuhkan pengaturan diri, motivasi, dan rasa kemandirian di antara peserta didik.

Kesimpulan: Jalur Bermain Menuju Pembelajaran Sepanjang Hidup

Ketiga studi ini secara kolektif menekankan esensi pembelajaran bermain sebagai lebih dari sekadar strategi pendidikan; ini adalah pendekatan holistik yang menghormati dan menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemandirian alami anak-anak.

Seiring berjalannya waktu, wawasan ini akan sangat membantu dalam membentuk praktik dan kebijakan pendidikan, memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya efektif tetapi juga menyenangkan dan menarik, menyiapkan panggung untuk seumur hidup rasa ingin tahu, kreativitas, dan pembelajaran.

Referensi:

Blinkoff, E., Nesbitt, K. T., Golinkoff, R. M., & Hirsh-Pasek, K. (2023). Investigating the contributions of active, playful learning to student interest and educational outcomes. Acta Psychologica, 238, 103983.

Størksen, I., Rege, M., Solli, I. F., ten Braak, D., Lenes, R., & Geldhof, G. J. (2023). The playful learning curriculum: A randomized controlled trial. Early Childhood Research Quarterly, 64, 36-46.

Baker, S. T., Le Courtois, S., & Eberhart, J. (2023). Making space for children’s agency with playful learning. International Journal of Early Years Education, 31(2), 372-384.
Survei Ungkap Harapan dan Hambatan Guru terhadap Game-based Learning

Survei Ungkap Harapan dan Hambatan Guru terhadap Game-based Learning

Festival Nusantara Bermain Bermakna (27/05/2023)

Dalam survei yang melibatkan 155 guru peserta Nusantara Bermain Bermakna, potensi dan tantangan Game-based Learning (GBL) dalam lingkungan pendidikan telah terungkap. Survei ini, yang menekankan minat signifikan terhadap metode pengajaran inovatif ini, juga menyoroti hambatan dan kekhawatiran yang dihadapi pendidik dalam penerapannya.

Menurut hasil survei, sentimen umum terhadap GBL sangat positif. Para pendidik percaya bahwa GBL bukan hanya metode efektif bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang penting, seperti kreativitas, berpikir kritis, dan kolaborasi, tetapi juga kesempatan bagi guru untuk belajar dari siswa. Hal ini tercermin dalam skor rata-rata yang tinggi, berkisar dari 3,98 hingga 4,54 dari 5, untuk berbagai aspek GBL.

Survei tersebut mengungkapkan adanya konsensus yang kuat tentang efektivitas GBL dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Sebagian besar pendidik menilai kepercayaan mereka dalam menerapkan GBL dan kemampuan mereka untuk merancang metode GBL dengan tinggi, dengan skor median yang konsisten sekitar 4. Pandangan positif ini lebih diperkuat oleh histogram survei yang menunjukkan distribusi condong ke kiri, menandakan prevalensi skor tinggi

Namun, perjalanan untuk mengintegrasikan GBL di dalam kelas tidak tanpa tantangan. Analisis tematik dari respons terbuka survei mengungkapkan beberapa hambatan. Kendala waktu menjadi perhatian utama, dengan pendidik merasa tertekan untuk memasukkan GBL ke dalam kurikulum yang sudah padat. Mengintegrasikan game secara efektif ke dalam pembelajaran dan menangani masalah terkait siswa juga muncul sebagai tantangan yang signifikan. Selain itu, kurangnya sumber daya dan materi yang sesuai, serta kekhawatiran tentang kesiapan pribadi, mencerminkan kekhawatiran pendidik tentang mengadopsi metode baru ini.

Kekhawatiran tentang penerapan GBL ditandai dengan perasaan ketidakpastian dan keraguan. Pendidik mengungkapkan perasaan campur aduk tentang kesiapan mereka, menyoroti kebutuhan akan lebih banyak dukungan dan sumber daya untuk membuat GBL menjadi alat pendidikan yang layak dan efektif.

Wawasan survei ini menawarkan pemahaman berharga tentang lanskap pendidikan saat ini. Meskipun ada antusiasme yang jelas untuk GBL, mengatasi hambatan yang diidentifikasi sangat penting untuk integrasi yang sukses. Penelitian ini membuka jalan untuk pendekatan yang lebih fokus dan mendukung dalam memperkenalkan GBL di sekolah, memastikan bahwa potensi metode pengajaran inovatif ini sepenuhnya dimanfaatkan.

Merancang Permainan, Menumbuhkan Integritas: Workshop Unik untuk Guru di Klaten

Merancang Permainan, Menumbuhkan Integritas: Workshop Unik untuk Guru di Klaten


Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Klaten! Sebuah inisiatif baru telah diluncurkan yang menggabungkan kreativitas dan nilai-nilai moral dalam satu paket pembelajaran yang menarik. Ludenara, membawa sebuah program pelatihan khusus bagi 39 guru sekolah dasar di Klaten. Program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan sebuah revolusi dalam dunia pendidikan, dengan fokus pada desain permainan yang bertujuan untuk menanamkan integritas pada siswa.

Sebuah Pendekatan Baru dalam Pendidikan

Dalam program yang berlangsung selama tiga hari ini, para guru akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk merancang permainan edukatif. Ini adalah langkah maju dalam metodologi pengajaran, di mana guru tidak hanya menggunakan permainan yang sudah ada, tetapi juga menjadi pencipta permainan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa mereka sendiri.

Hari Pertama: Fondasi Integritas

Pada hari pertama, para guru akan diperkenalkan dengan konsep-konsep dan nilai-nilai integritas oleh Warsito Jati dan Intan Hestika dari PAKSI Klaten. Pembelajaran tentang integritas ini tidak hanya akan menjadi fondasi bagi permainan yang akan mereka rancang, tetapi juga bagi kehidupan siswa mereka sehari-hari.

Dan lebih keren lagi Kami punya dukungan besar! Bapak Rabiman dari Sekretaris Dinas Inspektorat dan Bapak Sugiarto dari Kabid Pembinaan Sekolah Dasar akan ada di sana untuk memberikan semangat dengan pidato pembuka yang akan membangkitkan semangat para peserta!

Hari Kedua: Menguasai Game-based Learning

Aughya Shandriasti, head of teacher traners di Ludenara, akan memimpin sesi pada hari kedua. Guru-guru akan mempelajari dasar-dasar game-based learning, termasuk persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ini adalah keterampilan penting yang akan membantu mereka mengintegrasikan permainan ke dalam kurikulum secara efektif.

Hari Ketiga: Dari Teori ke Praktik

Pada hari terakhir, para guru akan memasuki fase yang paling menarik: pengembangan prototipe dan praktek langsung. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk menerapkan teori yang telah dipelajari dengan menciptakan dan memfasilitasi sesi pembelajaran berbasis permainan.

Dampak Jangka Panjang

Program ini diharapkan akan menciptakan dampak yang berkelanjutan. Dengan guru-guru yang terlatih dalam merancang permainan edukatif, siswa akan mengalami proses belajar yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga membangun karakter. Integritas, sebagai nilai utama yang diajarkan, diharapkan akan tertanam dalam setiap aspek kehidupan siswa.

Merancang Permainan untuk Pengembangan Moral: Panduan untuk Desainer Board Game

Merancang Permainan untuk Pengembangan Moral: Panduan untuk Desainer Board Game

Photo by cottonbro studio

Halo para pencipta board game! Kami sangat senang untuk berbagi wawasan tentang bagaimana kita dapat menggunakan karya kita untuk tidak hanya menghibur, tetapi juga untuk mendorong pengembangan moral. Panduan ini terinspirasi oleh studi menarik tentang “Pengembangan Moral melalui Narasi Sosial dan Desain Permainan”. Jadi, mari kita lempar dadu dan terjun ke dalamnya!

1. Craft Meaningful Choices:

Inti dari setiap permainan terletak pada pilihan yang ditawarkannya. Tetapi untuk mendorong pengembangan moral, kita perlu melampaui keputusan strategis sederhana. Sertakan dilema moral dalam gameplay. Buat pemain memilih antara menyelamatkan penduduk desa atau bergabung dengan naga. Pilihan ini harus memiliki konsekuensi, membuat pemain berpikir tentang tindakan mereka dan dampaknya.

2. Encourage Self-Awareness:

Penalaran moral melibatkan banyak kesadaran diri. Pemain harus dapat menilai situasi dan mengantisipasi konsekuensi dari tindakan mereka. Desain mekanik permainan yang mendorong pemain untuk merenungkan keputusan mereka. Ini bisa melalui umpan balik dalam game atau petunjuk diskusi pada titik kunci dalam permainan.

3. Foster Self-Efficacy:

Percaya pada kemampuan seseorang untuk membuat perbedaan adalah kunci untuk perilaku moral. Buat lingkungan permainan di mana tindakan pemain memiliki dampak yang berarti. Biarkan mereka melihat hasil dari pilihan mereka, baik itu baik atau buruk. Ini akan membantu mereka memahami bahwa keputusan mereka penting dan dapat mempengaruhi hasil permainan.

4. Promote Resilience:

Jalur menuju pengembangan moral tidak selalu mudah. Pemain akan menghadapi tantangan dan hambatan. Desain permainan Anda untuk memberi hadiah atas ketahanan. Ini bisa melalui mekanik comeback, mendorong pemain untuk terus berjuang meskipun situasinya sulit.

5. Inspire Self-Improvement:

Permainan terbaik adalah yang menginspirasi pemain untuk melakukan yang lebih baik. Sertakan mekanik yang memberi hadiah atas perbaikan diri. Ini bisa melalui sistem progresi, di mana pemain dapat melihat karakter mereka tumbuh dan berkembang berdasarkan pilihan moral mereka.

6. Stimulate Curiosity:

Terakhir, buatlah permainan teman-teman sebagai platform untuk bertanya “mengapa?”. Dorong pemain untuk mempertanyakan tindakan mereka, aturan permainan, dan dilema moral yang mereka hadapi. Ini akan merangsang diskusi dan pemikiran yang lebih dalam tentang masalah moral.

Ingat, sebagai desainer permainan, kita memiliki kekuatan untuk menciptakan pengalaman yang melampaui hiburan. Kita dapat merancang permainan yang menantang pemain, membuat mereka berpikir, dan bahkan membantu mereka tumbuh. Jadi, mari kita gunakan karya kita sepenuhnya dan menciptakan permainan yang benar-benar membuat perbedaan!

Selamat mendesain, dan semoga permainan teman-teman seefektif dan semenyenangkan mungkin!

Sumber:

Vikaros, L., & Degand, D. (2010). Moral development through social narratives and game design. In Ethics and game design: Teaching values through play (pp. 197-215). IGI Global.

Enam Permainan Seru yang Membuat Otak Anda Makin Tajam: Dibuktikan oleh Ilmu Pengetahuan dan Ahli!

Enam Permainan Seru yang Membuat Otak Anda Makin Tajam: Dibuktikan oleh Ilmu Pengetahuan dan Ahli!

Photo by Canva

Halo, teman-teman pecinta game! Siap untuk bersenang-senang sambil menjaga otak teman-teman tetap prima? Berikut ini enam game fantastis yang tidak hanya seru untuk dimainkan, tetapi juga merupakan sahabat terbaik bagi otak teman-teman. Dan tebak apa? Kami punya penelitian ilmiah dan saran dari ahli untuk mendukungnya!

  1. Permainan Kata: Teka-teki silang, pencari kata, permainan kata apa saja! Dr. Vernon Williams, seorang ahli neurologi olahraga kelas atas, mengatakan bahwa permainan-permainan ini seperti latihan di gym untuk otak. Latih otot kosakata dan pertahankan keterampilan pemecahan masalah teman-teman tetap prima!
  2. Permainan Belajar Bahasa: Dr. Williams juga memberi jempol kepada permainan-permainan ini. Belajar bahasa baru seperti memberi otak teman-teman taman bermain baru. Semuanya tentang memproses dan mengingat info baru lebih cepat. Siap, siap, ¡Vamos!
  3. Board dan Card Games: Catur, Monopoli, Bridge, Poker – lama sekolah, tapi keren! Sebuah studi tahun 2023 di PLOS One mengatakan bahwa permainan-permainan ini seperti ramuan rahasia untuk kemampuan kognitif teman-teman. Jadi, kumpulkan teman-teman dan biarkan permainan dimulai!
  4. Olahraga: Dr. Williams kembali dengan lebih banyak kebijaksanaan. Belajar olahraga baru bukan hanya tentang kebugaran fisik, tetapi juga peningkat otak. Otak teman-teman akan menyukai tantangan menguasai aturan dan strategi baru. Ayo bermain!
  5. Teka-teki: Sudoku, teka-teki jigsaw, kriptogram – semuanya masuk! Sebuah studi tahun 2018 di Frontiers in Aging Neuroscience mengatakan bahwa permainan-permainan ini adalah sahabat terbaik otak teman-teman. Mereka membantu meningkatkan memori, mempercepat pemrosesan, dan mengenali pola. Jadi, mulailah bermain teka-teki!
  6. Permainan Escape the Room: Terakhir tetapi tidak kalah pentingnya, Dr. Williams merekomendasikan pengalaman pemecahan masalah yang mendalam ini. Mereka adalah cara yang menyenangkan untuk meningkatkan kognisi teman-teman dan membangun koneksi sosial. Jadi, siapa yang siap untuk petualangan?

Jadi, itulah dia, teman-teman! Enam permainan seru yang juga meningkatkan otak. Ingat, semua ini seru dan permainan sampai… yah, masih seru dan permainan, tetapi dengan manfaat tambahan untuk otak! Sekarang, main dan menuju pikiran yang lebih tajam!

Sumber:

https://www.msn.com/en-us/health/other/6-best-brain-games-to-keep-your-mind-sharp/