Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia Bersama Ludenara

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia Bersama Ludenara

Kebutuhan untuk peningkatan kualitas pendidikan adalah suatu hal yang tentu semua orang bisa setujui.

Kita bisa setuju akan ini dari pengukuran objektif seperti melihat assessment kualitas pendidikan negara seperti PISA yang menunjukkan bahwa hasil pendidikan kita kurang memuaskan. Selain itu secara subjektif, setiap orang yang terlibat di dunia pendidikan secara langsung maupun tidak pasti merasa banyak hal dari sistem pendidikan kita yang bisa diperbaiki atau bahkan dirubah.

Di luar konteks pendidikan formal, kami sadar setiap anak adalah individu yang hebat dan penuh potensi. Setiap anak memiliki minat, kelebihan, keterampilan, dan bakat sendiri-sendiri. 

Ludenara pun ingin membantu setiap anak agar mereka bisa meraih potensi terbaik diri nya sendiri, sesuai dengan individualitas setiap anak agar mereka bisa berkontribusi kepada masyarakat secara maksimal.

Ini mengapa kita sangat sering mengadvokasikan bermain sebagai aktivitas yang penting! Karena ternyata, bermain adalah awal yang baik dari perjalanan menuju diri terbaik setiap anak. Untuk informasi tentang ini kami rekomendasi aritkel ini yang membahas beberapa karakteristik dari aktivitas bermain yang membuat aktivitas ini sangat powerful

Meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia mulai dari mana?

Membang ini pertanyaan yang berat, mungkin kita bisa mulai dari pendapat para ekspert dan organisasi-organisasi multinasional yang sudah mendalami dan meneliti topik ini seperti Bank Dunia yang sudah memberi rekomendasi peningkatan kualitas Indonesia, atau melihat UNICEF SDG yang juga menjadi salah satu patokan Kementerian PPN

Mengikuti rekomendasi-rekomendasi ini jelas akan membawa banyak hal baik, dan sudah banyak organisasi yang melakukan nya. Ludenara pun mempelajari rekomendasi-rekomendasi ini dan mencoba mengerjakannya sesuai kemampuan dan cara kita.

Namun menurut kami ada hal yang lebih urgen yang membutuhkan perhatian khusus dari kita karena memang belum banyak yang bergerak kearah ini. Yaitu membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan.

Kita butuh mengubah mindset anak-anak sehingga belajar menjadi suatu aktivitas yang di nanti-nanti, dimana mereka bisa bersenang-senang sambil menambah ilmu dan keterampilan. Anak-anka harus tahu bahwa mata-mata pelajaran itu penuh dengan ilmu yang sangat menarik sehingga mereka tidak sabar untuk mempelajari lebih dalam lagi. 

Ini sumber dari semangat semangat belajar yang tidak mudah pudar.

Kemampuan menumbuhkan dan memaksimalkan semangat belajar ini lah yang kita percaya sebagai pondasi kualitas pendidikan yang baik. Semangat yang akan terus mendorong mereka untuk belajar meskipun fasilitas atau kondisi lingkungan kurang memadai, semangat yang akan mendorong kreativitas mereka untuk mencari cara belajar lain, atau bahkan mencari hal lain yang bisa dipelajari. 

Kita menginginkan semangat belajar ini selalu ada hingga di masa depan anak-anak kita, dengan itu mereka akan terus menerus meningkatkan kualitas individual mereka sepanjang umur nya sebagai life-long playful learner.

Hal ini dirangkum dengan mudah sebagai 4E (Enjoy-Easy-Expert-Earn) oleh salah satu guru kami Abah Rama.

Sederhana nya yang dimaksud dengan Enjoy-Easy-Expert-Earn adalah, dengan memulai dengan enjoyment proses pembelajaran akan mempermudah anak-anak untuk menjadi expert yang produktif dan bisa bermanfaat bagi lingkungan.

Apa saja yang sudah Ludenara lakukan untuk menghadirkan proses pembelajaran seasik bermain kepada anak-anak Indonesia?

Hingga saat ini, Ludenara telah bekerja sama dengan 1000+ guru melalui beberapa program kami seperti Kelas Game Based Learning, dimana teman-teman Guru dan Orang Tua belajar menerapkan protokol Game Based Learning, yang dapat membuat semua proses bermain dengan game apapun menjadi aktivitas yang edukatif.

Ada juga kelas Game Design, dimana kita melakukan proses mentoring kepada teman-teman Guru dan Orang Tua agar mereka dapat merancang board game, yang sesuai dengan kebutuhan mengajar setiap Guru dan Orang Tua.

Selain itu juga banyak program lain dimana kita bekerjasama dengan organisasi-organisasi yang memiliki nilai dan cara pandang yang sama mengenai pendidikan Indonesia.

Salah satu nya dengan BAZNAS dimana kita mendatangi tempat-tempat rawan bencana seperti Lombok dan Palu untuk melaksanakan program pelatihan mitigasi bencana bersama Guru-guru di sana. 

Di program ini kami menggunakan game SIAGA!, dimana game ini mengajak pemain berperan sebagai tim tanggap bencana yang harus melatih para penduduk mengenai mitigasi bencana, mengedukasi mereka mengenai mencari informasi yang benar mengenai bencana alam di daerah setiap warga, menyiapkan bantuan berupa barang atau jasa, dan membangun rasa gotong royong untuk membangun ulang pasca bencana.

Coral Triangle Center (CTC) juga merupakan salah satu partner yang rutin bekerja sama dengan kami. Dengan CTC kami menyediakan pelatihan edukator agar mereka bisa mengajarkan konservasi perairan dengan cara yang menyenangkan. Hal ini kita kerjakan karena kesadaran akan besar nya peran ekosistem perairan dalam menjaga keseimbangan iklim planet bumi, serta pentingnya ekosistem-ekosistem ini dalam menjaga kesejahteraan masyarakat secara luas.

Dengan bantuan teman-teman semakin banyak Anak-anak di Indonesia akan merasakan senang nya belajar!

Tentu kami sangat bersyukur Tuhan yang maha Esa telah mengizinkan kami untuk berdiri dan berkarya, telah memberkati kami untuk terus berkembang, dan telah mempertemukan kami dengna semua teman-teman Guru dan Orang tua yang luar biasa!

Kami juga bersyukur sejauh ini kami mendapatkan support dari partner-partner, teman-teman Guru, dan Orang tua yang telah bekerja sama dengan kami.

Kita sadar bahwa kita tidak bisa melakukan semua ini kami membutuhkan support dari teman-teman yang memiliki visi yang sama, teman-teman yang merasa iya pendidikan Indonesia bisa dibantu dengan menyediakan pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi setiap Anak.

Untuk itu Ludenara sedang melaksanakan program donasi, selain berdonasi teman-teman juga akan mendapatkan buku “Bisakah Belajar Seasik Bermain”. Buku ini adalah karya oleh Mas Eko, Mas Wicak, dan Mas Reza dimana mereka mengeksplorasi tahap awal yang harus kita lakukan bagi setiap Guru dan Orang tua yang ingin menghadirkan pembelajaran yang seasik bermain untuk Anak-anak nya di rumah maupun di sekolah.

Kami mohon bantuan nya dari siapa pun yang berkenan membantu.

Nah untuk yang ingin membantu kami, silahkan tekan d ini bit.ly/donasi_ASIK

Terimakasih, terimakasih, dan terimakasih…

Kelas Merdeka Guru ASIK

Kelas Merdeka Guru ASIK

Langsung dampak nya terasa, pandemi ini memang memberikan banyak tantangan baru apa lagi untuk semua yang terlibat dengan pendidikan Anak-anak kita. Dari Guru, Orang tua, sistem, hingga anak-anak itu sendiri.

Hal ini disampaikan oleh Ibu Nuk ketua Lembaga Beasiswa Baznas. Banyak Orang tua yang merasa bingung, bahkan 56% orang tua mengaku kurang sabar dan jenuh menangani kemampuan dan konsentrasi anak yang duduk di bangku SD/MI.

Hal ini sepertinya adalah dampak dari ketidaksiapan sistem pendidikan kita akan hal seperti ini. Kita tahu bahwa hanya 8% Guru mengerti teknologi pembelajaran online. Tentu yang merasakan imbas dari semua ini adalah Anak-anak kita, mau itu dari beban tugas sekolah maupun urusan di rumah lebih dari 70% siswa merasa terbebani oleh pendidikan di masa pandemi.

Pihak Telkom pun sangat peduli dengan kondisi rakyat Indonesia di saat-saat yang menantang ini. Melalui program Ayo Bikin Nyata, pihak Telkom mencoba memberi solusi kepada tantangan-tantangan ini dengan 3 program utama, yaitu Bantuan Sosial Berkelanjutan, Buat Solusi Digital, dan Bantu Ekonomi Masyarakat.

Program Kelas Merdeka ini adalah bagian dari Bantuan Sosial Berkelanjutan di mana bersama-sama kami mencoba memberi solusi terhadap tantangan-tantangan pendidikan ini. Informasi lebih lanjut tentang program Telkom ini bisa dilihat di website https://ayobikinnyata.com/

Lalu bagaimana program ini bisa menyelesaikan tantangan ini?

Mungkin bukan menyelesaikan, tapi membantu pihak Guru untuk meningkatkan kapasitas mereka agar mereka bisa memiliki keahlian tambahan yang mungkin bisa menjadi salah satu opsi untuk memitigasi dampak dari pandemi terhadap pendidikan ini.

Dengan program ini Ludenara menggunakan konsep “Playful Learning” sebagai pondasi pendekatan pembelajaran. Menurut kami belajar seasik bermain sangat dibutuhkan oleh bukan hanya Anak-anak tapi juga teman-teman Guru yang menerapkan.

Proses pembelajaran harus menyenangkan. Jika proses belajar sudah menjadi menyenangkan bagi Anak-anak tentu mereka tidak akan merasa bahwa pendidikan adalah beban, dan kami yakin saat mereka senang belajar, Orang tua pun akan senang dan tidak lagi harus berurusan dengan konsentrasi belajar anak.

Kita juga merasa semua tekanan untuk menghadirkan pembelajaran yang baik meskipun dengan semua kendala pandemi, bisa sedikit terobati jika proses mengajar dan perencanaan pembelajaran bisa menyenangkan dan bisa lebih dinikmati lagi.

Program yang dimulai tanggal 30 Maret 2021 dan akan dilengkapi nanti tanggal 4 Mei 2021. Kami menggunakan pendekatan blended learning dimana ada materi-materi yang disampaikan secara asinkron via Telegram dan kami juga mengadakan kelas sinkron via Zoom untuk diskusi langsung yang mendalam.

Jangan khawatir bagi yang belum bisa ikut, Ludenara pasti akan ada program lagi dan pasti kita akan umumkan di sosial media kita!

Selain itu karya Guru-guru ASIK dari program ini juga bisa kita pelajari bersama di website kelasmerdeka.id ada game interaktif untuk ngajar juga lho!

Ludenara dan Women Empowerment.

Ludenara dan Women Empowerment.

 

Maret 19 2021, Ludenara diundang untuk menjadi narasumber di sebuah forum virtual oleh NGO CSW New York. Sebuah acara parallel dari United Nations Commission on the Status of Women (CSW65). Acara perkumpulan tahunan terbesar di dunia ini mendiskusikan tentang kesetaraan gender dan women empowerment.

Tema tahun ini adalah “Kemampuan perempuan untuk mengambil keputusan, berpartisipasi penuh, dan efektif dalam kehidupan publik, serta penghapusan kekerasan, untuk mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan semua perempuan.”

Hal-hal ini memang patut isu yang harus diperhatikan oleh semua pihak. Data paling baru menunjukan bahwa perkembangan menuju kesetaraan gender dalam kehidupan publik dan pengambilan keputusan terjadi dengan sangat lambat.

  • Perempuan menduduki 25% kursi parlimen secara global, dan hanya tiga negara memiliki 50% atau lebih perempuan di parlimen mereka.
  • Di tahun 2020 hanya 7,4% dari semua perusahaan Fortune 500 dipimpin oleh perempuan
  • Hanya 22 negara di dunia dipimpin oleh perempuan

Selain dari itu, pandemi COVID-19 telah memberi dampak yang tidak proporsional terhadap perempuan, dari kehilangan pekerjaan, peningkatan kasus kekerasan, dan pekerjaan perawatan yang tidak dibayar.

Sangat disayangkan, padahal saat perempuan yang memimpin banyak sekali dampak baik yang terlihat. Seperti membuat kebijakan penting namun sering dilupakan, mengekspansi pelayanan kesehatan dan pendidikan, merancang ekonomi yang ramah lingkungan, dan tentu mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Terlihat dari semua bukti ini bahwa untuk membangun ulang dunia setelah pandemi COVID-19 kita membutuhkan lebih banyak lagi pemimpin perempuan.

Ludenara pun bangga memiliki 3 perempuan hebat sebagai pemimpin kita,

Kanty Kusmayanty Head of Organization,

 

 

 

 

 

Novieta Wibowo Program Director,

 

 

 

 

 

dan Aughya Shandriasti Head of Teacher Trainer.

 

 

 

 

 

Program-program kami pun mencoba untuk meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Seperti yang dipresentasikan oleh Mbak Augya kami dengan bangga telah berhasil membantu guru-guru perempuan untuk menemukan dan mengasah kreativitas mereka dalam mengajar.

Terlihat dari hasil karya pendekatan pembelajaran asik yang telah diterapkan dalam kelas. Dimana siswa-siswi bersenang-senang saat mereka belajar. 

Lebih dari itu, kami tahu dari dokumen Roadmap of Indonesia SDG bahwa isu kesetaraan gender terbesar adalah pernikahan anak perempuan. Dalam dokumen yang sama rekomendasi terbaik untuk isu ini adalah edukasi, edukasi yang setara bagi setiap anak Indonesia.

Itu lah yang menjadi fokus kita dalam usaha women empowerment ini. Kita berusaha sebisa mungkin untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dan menghadirkan pendidikan yang baik untuk sebanyak-banyak nya anak di Indonesia.

Kami pun ingin berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kita dalam usaha ini. Khusus nya kepada Ceva Bali, Photovoices International,Institut Teknologi Bandung (ITB) Dept of Civil & Environmental Engineering and Itikad Baik Project!

Ide Seru Guru Asik Banyuwangi!

Ide Seru Guru Asik Banyuwangi!

Di tanggal 17 Maret 2021, kami mengadakan acara Ide Seru Guru Asik Banyuwangi. Sebuah festival online sebagai climax program Belajar Seasik Bermain Bersama ASDP, di mana 6 guru dengan karya terbaik menampilkan ide pembelajaran seasik bermain yang telah mereka rancang setelah mengikuti pelatihan kita.

Sebenar nya proses pemilihan 6 guru ini adalah sebuah proses yang sangat sulit! Karena kami harus memilih 6 karya terbaik dari 42 karya-karya yang sangat kreatif dan seru. Seingin-inginnya kami untuk mengajak semua guru agar mereka bisa mempresentasikan karya nya di acara ini waktu, tempat , dan kondisi tidak memboleh kan kita.

Karena itu kami memilih 6 yang terbaik berdasarkan kategori berikut:

 

Konsep, Detil Karya, dan Potensinya.

Seberapa menarik  ide pembelajaran yang telah dikembangkan? Seberapa baik detil karya yang ditampilkan? Apakah cukup efektif untuk menyampaikan materi? Apakah cukup mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih menarik di kelas?

Pengembangan dan Penulisan

Apakah ide/konsep yang dikembangkan mudah dipahami? Apakah ide/konsep yang dikembangkan memberikan mampu memetik “kegembiraan” untuk mempelajari materi yang coba disampaikan?

Antusiasme dan Semangat

Apakah ada detail-detail khusus yang dihadirkan yang merefleksikan semangat mengikuti program, pemahaman materi program, atau kegembiraan dalam berkarya?

 

Dengan kategori-kategori ini kami berharap karya-karya terbaik ini sanggup menginspirasi guru-guru lain untuk berkarya. Karena itu pun ke-6 guru ini pun kami ajak untuk presentasi karyanya di Stikom Banyuwangi. 

Dengan adanya ini dan 42 karnya lain nya kami bisa menganggap program kunjungan ini sudah memberikan hasil baik!

Kami harapkan contoh-contoh baik ini bisa menginspirasi dan mendorong guru-guru lain untuk berkarya dan menghadirkan pembelajaran yang seru, agar semakin banyak lagi siswa-siswi yang semangat belajar!

Semua karya guru-guru ini bisa diakses di website kami http://ludenara.org/guruasik/

Dan jika ada yang mau menonton acara ini secara lengkap, langsung aja ke YouTube PGRI Banyuwangi https://www.youtube.com/watch?v=32hi_4XHiUI&t=7s

 

Semoga bermanfaat!

Kunjungan Langsung Program Belajar Asik Bersama ASDP

Kunjungan Langsung Program Belajar Asik Bersama ASDP

“Mas/Mbak gimana ya cara mengajarkan materi ini supaya menyenangkan? Soalnya sekarang memang anak-anak itu kalo gak diajak seru-seruan cepet bosen, gak merhatiin, tapi kalo menarik, baru deh semangat belajar nya!”

Cukup mengejutkan, dan disatu sisi menyenangkan, bahwa pertanyaan dan pernyataan yang di atas sering terdengar oleh tim-tim Ludenara dari tanggal 3 hingga 10 Maret, 2021 saat belajar bersama Bapak Ibu guru dari 20 sekolah di Banyuwangi. 

Ternyata memang sudah banyak guru-guru yang paham bahwa harus ada perubahan dalam proses pembelajaran kita. Dan pasti nya, semakin semangat deh tim Ludenara untuk bisa menjawab dan memberi ide transformasi pendekatan pembelajaran.

Memang kita tahu, sekeren-keren nya tips dan solusi praktis kita untuk pertanyaan-pertanyaan itu pasti kalah keren jika dibandingkan dengan hal-hal yang sudah dilakukan oleh lain guru-guru di seluruh Indonesia.

Nah karena ini lah kita ingin mengajak para bapak Ibu Guru yang kreatif-kreatif yang keren-keren untuk membagi kan cerita dan pengalaman mengajar dengan cara seru nya bersama Boardgame.id. Untuk informasi lebih lanjut akan dicantumkan di akhir artikel ini.

Sayangnya, dan seperti hal apa pun tidak semua hal yang kita pelajari dari program ini, indah. Kendala dalam pendidikan, khusus nya jarak jauh sama seperti yang dialami oleh banyak orang lain nya di Indonesia dan bahkan seluruh dunia.

Masih banyak anak-anak kita yang tidak memiliki infrastruktur digital yang cukup untuk mengikuti PJJ, banyak yang kehilangan semangat belajar, bahkan keluar dari sekolah. Memang permasalahan ini tidak mudah solusi nya, selain secara langsung memperbaiki infrastruktur.

Untungnya banyak inisiatif yang sangat mengharukan dan inspiratif datang dari guru-guru. Dengan niat baik dan semangat yang tinggi mereka masih sanggup menjadi guru keliling meskipun sebagian besar harus menempuh puluhan kilometer dan melewati jalan-jalan yang belum diaspal.

Untuk tantangan yang ini solusi Ludenara sayangnya tidak jauh dari pembelajaran daring yang disederhanakan, dan tetap menyenangkan. Seperti menggunakan cerita, dan picture based games yang bisa disampaikan melalui WhatsApp dan tidak menggunakan kuota internet yang banyak.

Secara menyeluruh, kami bisa mengatakan program kunjungan ini memberikan hasil baik, terlihat dari ide-ide yang telah terkumpulkan oleh Guru-guru yang kami telah kunjungi. Di mana 6 karya terbaik akan di tampilkan di acara “Ide Seru Guru Asik” tanggal 17 Maret, 2021 yang akan ditayangkan oleh YouTube PGRI dimana kita juga mengundang guru-guru seluruh Banyuwangi untuk menonton.

Teman-teman juga bisa nonton ko, langsung aja ke YouTube PGRI Banyuwangi

Kami harapkan contoh-contoh baik ini bisa menginspirasi dan mendorong guru-guru lain untuk berkarya dan menghadirkan pembelajaran seru, agar semakin banyak lagi siswa-siswi yang mendapatkan keuntungan nya. 

Nah Bapak Ibu, mari kita di sini juga saling berbagi ide, karena Ludenara yakin, ini lah cara yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara luas.

Kita yakin ide-ide kreatif Bapak Ibu akan bisa menginspirasi guru-guru lain, dan tentu ilmu yang di sebar luaskan dan dimanfaatkan akan memberi berkah kepada yang memiliki nya.

Karena ide-ide dan ilmu ini akan dicontoh guru-guru lain yang mengajar puluhan, hingga ratusan siswa-siswi tentu ilmu dan ide yang diberikan Bapak Ibu akan bermanfaat banyak sekali pihak. Dari guru-guru yang tertolong, anak-anak yang semakin semangat belajar, orang tua yang senang, dan seterus nya.

Nah Bapak Ibu yang keren-keren di sini, ayo isi form ini agar bisa di liput oleh Boardgame.id ya!

Belajar Konservasi Laut Seasik Bermain!

Belajar Konservasi Laut Seasik Bermain!

Sejak pandemi kita tau bahwa menghadirkan proses pembelajaran semakin menantang. Siswa-siswi pun juga merasa belajar semakin menantang. Data terakhir dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia menunjukan bahwa lebih dari 70% siswa-siswi kita burnout saat belajar daring.

Ini lah kondisi pendidikan formal Indonesia, mayoritas siswa-siswi kita stress karena belajar. Fakta ini memberikan tantangan ekstra untuk pendidikan non-formal, seperti pendidikan mengenai konservasi laut yang jika kita pelajari sama pentingnya dengan pendidikan formal.

Saat siswa-siswi sudah stress dengan pendidikan formal mereka, mungkin akan semakin sulit untuk merayu mereka mempelajari hal lain.

Di tanggal 20-21 Februari kemarin Coral Triangle Center (CTC) bersama dengan Ludenara mengadakan workshop yang mencoba memberi solusi atas kedua tantangan tersebut, mengurangi stress nya pendidikan formal, dan menyediakan pembelajaran konservasi laut yang seru! 

Dengan kerjasama dengan CTC kami berhasil merancang program pembelajaran konservasi laut yang seru, dan juga bisa relevan dengan pendidikan formal. Tujuan kita di akhir program ini para peserta sanggup menyambungkan materi pembelajaran formal dengan konservasi laut serta menghadirkan nya dengan cara yang seru!

Program ini diawali dengan trainer-trainer dari CTC Bang Boi dan Mbak Silvia, mereka memberikan materi mereka mengenai konservasi laut, serta peran para pendidik untuk menolong proses ini. 

Materi-materi ini juga diselingi oleh game-game edukatif seru yang di bawa kan oleh Mbak  Herni. Dengan games ini bukan hanya membuat workshop menjadi seru tapi juga para peserta bisa mendalami lagi apa yang mereka pelajari.

Nah habis gitu dateng deh bagian Ludenara. Di sini para peserta belajar tentang dasar-dasar belajar seasik bermain, dan mengapa bermain penting bagi bukan hanya anak-anak tapi orang dewasa juga. Setelah mereka mendapat teori dasarnya, Mbak Augy memberikan materi teknis nya. Dengan memanfaatkan teknologi, interaksi, narasi, dan kreasi para peserta belajar merancang proses pembelajaran yang seru seperti bermain.

Cukup mengagumkan hasil yang ditunjukan oleh para peserta di akhir hari ke-2 program ini. Mereka berhasil merancang proses pembelajaran yang seru dengan menggunakan teknologi, interaksi, narasi, dan kreasi itu. Dan disaat mereka mempresentasikan hasil itu kepada para fasilitator semua yang terlibat mendapatkan pembelajaran yang meaningful!

Untuk informasi lebih lanjut tentang CTC, usaha konservasi laut mereka, dan event-event selanjut nya bisa visit website nya ya! https://www.coraltrianglecenter.org/

Belajar konservasi laut seasik bermain!

Belajar konservasi laut seasik bermain!

Gili Trawangan Photo by Adrian Jakob on Unsplash

Laut kita adalah bagian yang sangat penting bagi ekosistem planet Bumi, contoh nya saja terumbu karang menghasilkan 50% oksigen dunia! Selain itu tentu masih ada alasan-alasan lain yang jika kita pelajari ternyata sangat berdampak kepada kehidupan kita sehari-hari.

Sayangnya, laut kita sangat terancam bahaya dari perilaku manusia. Seperti overfishing, polusi laut.

Untuk ini lah kenapa kita harus menyediakan pendidikan konservasi laut kepada anak-anak agar mereka bisa mengenali masalah ini, dan mencoba mencegah nya. Dengan tujuan ini CTC dan Ludenara bekerja sama untuk menginisiasi pelatihan guru akan pendidikan konservasi laut.

Di tanggal 6 Februari, lebih dari 40 ikut serta dalam program belajar konservasi laut seasik bermain. Di awal program ini peserta dikenalkan akan permasalahan laut ini dan pentingnya konservasi oleh Mas Boy Mochran Specialist Training CTC, tentu Mas Boy juga mengenalkan organisasi CTC dan misi konservasi laut nya.

Sesi pengenalan ini di lanjut oleh Mas Eko. Selian mengenalkan organisasi Ludenara, para peserta juga dikenalkan oleh pentingnya bermain sebagai proses belajar. Karena sebenarnya cara belajar paling baik adalah yang playful, apalagi jika kita mau mengajarkan konservasi laut kepada anak-anak.

Setelah itu mulai deh bagian seru nya! Bersama dengan Mbak Hernie Hastutie para peserta belajar mengajar dengan membuat koral dengan tanah liat. Dengan pendekatan belajar ini anak-anak akan lebih cepat mengenali dan menghafal koral-koral yang ada, dan tentu membuat koral dari tanah liat ini aktivitas yang seru buat anak-anak. Selama proses ini pendidik juga bisa menceritakan tentang fungsi setiap koral dalam ekosistem nya.

Di sesi akhir Mbak Augy mengajarkan para peserta untuk mengadakan sesi pembelajaran interaktif via Zoom. Dengan berbagai macam fitur zoom Mbak Augy menunjukan kita bahwa ternyata bisa lho kita bikin game yang simple tapi seru dan edukatif!

Nah buat yang kelewatan tanggal 22-23 Mei nanti kita ada workshop lagi!

 

Kali ini tentu kita akan membahas lebih detail lagi tentang pembelajaran seru tentang konservasi laut! 

Ayo ikutan yuk daftar di sini ya:

bit.ly/OnlineTraining-BAKL⠀

Belajar ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) Seasik Bermain

Belajar ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) Seasik Bermain

Sejak pemberlakuan proses pembelajaran jarak jauh, para guru di berbagai daerah menghadapi banyak tantangan untuk bisa menghadirkan proses belajar yang optimal. Tantangan yang dihadapi para guru juga berdampak langsung pada seluruh murid yang terlibat. 

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tahun 2020 menunjukkan bahwa saat belajar jarak jauh, 73% siswa-siswi merasa terbebani oleh tugas, 77,8% kelelahan mengerjakan mengerjakan tumpukan tugas yang dituntut guru untuk diselesaikan dalam waktu singkat dan 14% merasa tertekan oleh lingkungan sekitarnya. 

Data-data tersebut menjadi peringatan bahwa dalam merancang proses pembelajaran, kita harus mengutamakan pendekatan-pendekatan yang seru agar proses pembelajaran bisa menjadi sebuah aktivitas yang mengurangi stress dan juga edukatif.

ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai salah satu BUMN merasa terpanggil untuk bisa menghadirkan solusi ini, sekaligus juga berkontribusi pada program pendidikan nasional. Bekerjasama dengan Ludenara dan PGRI Kabupaten Banyuwangi, PT. ASDP menginisiasi program pelatihan guru yang berfokus pada peningkatan kapabilitas dan kemampuan guru untuk bisa menghadirkan proses pembelajaran yang seru dan penuh makna.

Program pelatihan guru ini akan dilaksanakan secara 3 tahap, dimulai dari tanggal 10 Februari 2021 hingga 13 Maret 2021 , dan diikuti oleh 105 guru anggota PGRI dari 21 sekolah di Banyuwangi. Berikut adalah kegiatan-kegiatan dalam program ini:

  1. Selama dua hari pertama tim Ludenara dan ASDP akan memberikan materi kepada guru via daring. Materi yang diberikan akan membahas konsep pembelajaran langsung/tidak langsung (Sync/Asynchronous Learning) yang menyenangkan, narasi dan penulisan kreatif untuk pembelajaran, metode penyampaian pembelajaran interaktif (play/game based learning approach), dan pengembangan multimedia pembelajaran.
  2. Para peserta guru akan mendapatkan mentoring via daring dari tanggal 15 Februari – 2 Maret, dengan ini para peserta bisa mengimplementasikan pendekatan yang baru dipelajari dan kesempatan untuk berdiskusi dengan tim Ludenara untuk meningkatkan kualitas pendekatan mereka. Mentoring ini juga akan diadakan secara luring di tanggal 3 – 9 Maret. 
  3. Program ini akan diakhiri dengan sesi paparan langsung oleh para guru di tanggal 13 Maret, yang bertujuan sebagai ruang berbagi ide, membangun rasa kebersamaan diantara para peserta untuk bisa saling menginspirasi sekaligus berbagi semangat untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada.

Kami berharap program Belajar ASDP Seasik Bermain yang diselenggarakan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ludenara, dan PGRI ini akan membantu para guru menghadirkan proses pembelajaran yang lebih baik lagi. 

Kami juga berharap program ini bisa memotivasi banyak pihak untuk bersama-sama terlibat aktif menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di dunia pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional ke level selanjutnya.