Mengapa Permainan Adalah Kunci untuk Pembelajaran yang Efektif: Prinsip-Prinsip Playful Learning

Illustration by BlueWillow

Sekelompok peneliti dari Project Zero, Harvard Graduate School of Education merilis buku berjudul “A Pedagogy of Play” yang mengumpulkan penelitian tentang bermain dan belajar, wawasan dari para pendidik, peneliti dari seluruh dunia, dan riset langsung dengan berkolaborasi bersama sekolah-sekolah dan guru-guru dari Denmark, Afrika Selatan, Kolombia, dan A.S.

Buku ini menggambarkan bagaimana permainan dapat membantu anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan dan efektif. Selain itu, buku ini memberikan sumber daya dan program untuk membantu guru mengintegrasikan permainan ke dalam pengajaran mereka.

Dalam artikel ini kita akan membahas 6 prinsip Playful Learning yang dihasilkan dari riset mereka. Prinsip-prinsip ini menjelaskan mengapa pendidikan yang melibatkan permainan dapat membantu anak-anak belajar dengan cara yang lebih efektif dan menyenangkan, serta membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif yang diperlukan untuk sukses di sekolah dan kehidupan.

  1. Permainan mendukung pembelajaran 

Ketika orang bermain, mereka terlibat, rileks, dan merasa tertantang – keadaan pikiran yang sangat mendukung pembelajaran. Melalui permainan, anak-anak dan orang dewasa mencoba ide-ide baru, menguji teori-teori, bereksperimen dengan sistem simbolik, memahami hubungan sosial dengan lebih baik, mengambil risiko, dan membayangkan kembali dunia nyata.

  1. Playful Learning di sekolah melibatkan permainan dengan tujuan 

Meskipun bermain seringkali melibatkan kebebasan yang tinggi, dalam konteks pendidikan, permainan harus memiliki tujuan pembelajaran yang jelas. Permainan yang dirancang dengan baik dapat membantu anak-anak mencapai tujuan pembelajaran tertentu seperti memahami dan membuat teks informatif, berpikir kritis dan kreatif, serta mengembangkan keterampilan sosial dan emosional.

  1. Paradoks antara permainan dan sekolah

Paradoks terjadi ketika dua ide yang logis dan masuk akal digabungkan, tampak bertentangan atau bahkan absurd. Dalam konteks pendidikan, paradoks terjadi ketika permainan dianggap sebagai sesuatu yang tidak serius atau tidak penting dalam pembelajaran formal yang penting banget di sekolah. Permainan sebenarnya dapat membantu anak-anak belajar dengan cara yang lebih efektif dan menyenangkan.

Untuk menavigasi paradoks ini, pendidik dapat mencoba untuk mengintegrasikan permainan dan pembelajaran bermain ke dalam kurikulum mereka dengan cara yang relevan dan bermakna. Hal ini dapat dilakukan dengan merancang permainan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar konsep akademik secara interaktif dan menyenangkan.

  1. Playful Learning bersifat universal namun dibentuk oleh budaya 

Orang di seluruh dunia bermain dan dapat belajar dari permainan mereka. Mereka bermain di kota dan di pedesaan. Bahkan dalam situasi yang sulit dan susah, orang tetap bermain. Namun, bermain dengan siapa, bagaimana mereka bermain, di mana dan kapan mereka bermain, dan pada usia berapa mereka harus berhenti bermain (jika ada!) ditentukan oleh budaya. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk memahami konteks budaya anak-anak ketika merancang permainan pembelajaran.

  1. Playful Mindset merupakan hal yang sentral dalam pembelajaran bermain 

Playful Mindset mencakup sikap, keyakinan, dan nilai-nilai yang mendorong seseorang untuk bermain dan belajar. Playful Mindset mencakup keberanian untuk mengambil risiko, kreativitas dalam menyelesaikan masalah, kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain, dan kemampuan untuk mempertahankan ketertarikan pada tugas yang sulit. Playful Mindset sangat penting dalam Playful Learning karena dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif yang diperlukan untuk sukses di sekolah dan kehidupan. Oleh karena itu, pendidik harus memperhatikan mindset anak-anak ketika merancang permainan pembelajaran agar dapat memfasilitasi pengembangan keterampilan tersebut.

  1. Budaya sekolah yang mendukung memungkinkan Playful Learning berkembang

Budaya sekolah yang mendukung Playful Learning memahami pentingnya bermain, memberi dukungan untuk pengembangan keterampilan sosial dan emosional melalui permainan, dan penggunaan permainan sebagai alat untuk mengajarkan konsep akademik. Jadi sekolah, bukan hanya guru memiliki peran yang sangat penting agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sebagai guru di Indonesia, teman-teman dapat mengintegrasikan permainan dan pembelajaran bermain ke dalam kurikulum teman-teman. Teman-teman juga dapat menciptakan lingkungan kelas yang mendukung permainan dan pembelajaran bermain dengan memberikan dukungan untuk pengembangan keterampilan sosial dan emosional melalui permainan serta menggunakan permainan sebagai alat untuk mengajarkan konsep akademik. Dengan menerapkan prinsip-prinsip dari buku ini, teman-teman dapat membantu anak-anak belajar dengan cara yang lebih efektif dan menyenangkan.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip Playful Learning, teman-teman dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih sesuai dengan “how humans learn”. Tentu tidak semua prinsip cocok untuk teman-teman, karena itu kita bisa mempelajari prinsip-prinsip ini, dan mengembangkan Playful Learning yang lebih sesuai dengan kebutuhan mengajar teman-teman